Arsenal Siapkan Suksesor Trossard: Pembicaraan dengan Tzolis Makin Panas
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan telah memasuki tahap lanjut negosiasi dengan Club Brugge untuk merekrut Christos Tzolis, pemain sayap Yunani berusia 24 tahun.
- Langkah ini diambil sebagai persiapan menggantikan Leandro Trossard yang mulai menunjukkan penurunan performa di usia 31 tahun, termasuk paceklik gol selama 25 pertandingan.
- Jika transfer berhasil, Tzolis akan menjadi tandem potensial bagi Morgan Rogers yang juga dibidik, memperkuat opsi serangan Arsenal untuk musim depan.

Arsenal dikabarkan semakin dekat dengan kesepakatan untuk mendatangkan Christos Tzolis dari Club Brugge sebagai langkah awal peremajaan lini sayap mereka. Menurut jurnalis Yunani Dimitris Manakos, negosiasi antara kedua klub telah memasuki tahap lanjut dan transfer pemain berusia 24 tahun itu bisa segera terealisasi. Langkah ini dinilai sebagai antisipasi atas menurunnya performa Leandro Trossard yang mulai memasuki fase akhir kariernya.
Dalam beberapa pekan terakhir, Arsenal gencar dikaitkan dengan sejumlah nama untuk memperkuat sektor sayap. Morgan Rogers dari Aston Villa menjadi target utama, namun banderol £80 juta dan minimnya tekanan dari pihak pemain membuat negosiasi berjalan alot. Tzolis muncul sebagai alternatif yang lebih realistis, dengan klausul rilis yang lebih terjangkau dan keinginan kuat sang pemain untuk bergabung ke Emirates.
Keputusan Arsenal untuk bergerak cepat di bursa transfer tidak lepas dari evaluasi internal terhadap performa Trossard. Meski sempat menjadi pahlawan dengan gol krusial ke gawang West Ham, pemain asal Belgia itu sebelumnya mengalami paceklik gol selama 25 pertandingan berturut-turut—periode terburuk sepanjang kariernya di Arsenal. Di usia 31 tahun, konsistensi Trossard mulai dipertanyakan, dan manajemen klub menilai sudah waktunya mencari suksesor yang lebih muda dan haus akan prestasi.
Tzolis, yang juga pernah merumput di Liga Belgia seperti Trossard, menunjukkan statistik mentereng pada musim 2025/26. Pemain timnas Yunani itu mencatatkan 22 gol dan 29 assist di seluruh kompetisi—angka yang belum pernah diraih Trossard dalam satu musim. Meski level kompetisi yang dihadapi Tzolis belum setinggi Premier League, kemampuannya dalam duel satu lawan satu dan kontrol bola ketat dinilai sangat mirip dengan gaya bermain Trossard. Arsenal punya pengalaman langsung menyaksikan aksinya saat berhadapan di Liga Champions.
Bagi penggemar Arsenal di Indonesia, perkembangan ini menjadi angin segar di tengah persaingan ketat Premier League. Jika Tzolis dan Rogers berhasil direkrut, Arsenal akan memiliki opsi serangan yang lebih variatif dan tajam, mengurangi ketergantungan pada Bukayo Saka. Namun, perlu dicatat bahwa Tzolis masih perlu adaptasi dengan kerasnya Premier League. Pengalaman Trossard yang sempat moncer di Liga Belgia sebelum pindah ke Brighton dan Arsenal bisa menjadi preseden positif.
Di sisi lain, keputusan Arsenal untuk tidak hanya mengandalkan satu target menunjukkan pendekatan yang lebih matang dalam bursa transfer. Dengan kemungkinan belanja besar di lini tengah, The Gunners tampaknya serius membangun skuad yang mampu bersaing di semua front musim depan. Pertanyaan besarnya: akankah Tzolis mampu mengulang sukses Trossard, atau justru menjadi investasi yang sia-sia?



