Liverpool Incar Khephren Thuram: Reinkarnasi Wijnaldum di Anfield?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan membuka negosiasi dengan Juventus untuk merekrut gelandang Khephren Thuram dengan banderol sekitar ยฃ43 juta.
- Thuram dinilai sebagai sosok yang mampu mengisi peran serupa Georginio Wijnaldum, yang selama ini belum tergantikan sejak kepergiannya.
- Langkah ini menjadi krusial mengingat performa lini tengah The Reds yang menurun dan rencana hengkangnya Alexis Mac Allister serta Curtis Jones.

Liverpool kembali bergerak di bursa transfer musim panas ini. Setelah fokus pada perekrutan penyerang sayap, The Reds kini mengalihkan perhatian ke sektor tengah dengan mengincar gelandang Juventus, Khephren Thuram. Klub asal Merseyside itu dikabarkan telah melakukan pendekatan awal kepada raksasa Serie A untuk membahas kemungkinan transfer pemain berusia 25 tahun tersebut, yang diperkirakan bernilai sekitar โฌ50 juta atau setara ยฃ43 juta.
Ketertarikan Liverpool pada Thuram bukanlah hal baru. Sejak masih membela OGC Nice, pemain kelahiran Prancis itu sudah masuk dalam radar manajemen FSG ketika Jurgen Klopp masih menjabat. Saat itu, Liverpool tengah merombak lini tengah setelah ditinggal Jordan Henderson, James Milner, dan Georginio Wijnaldum. Namun, rencana tersebut batal terwujud dan Thuram akhirnya memilih bergabung dengan Juventus pada musim panas 2024.
Kini, di bawah asuhan manajer anyar Andoni Iraola, kebutuhan akan gelandang serba bisa kembali mengemuka. Alexis Mac Allister dan Curtis Jones disebut-sebut akan hengkang pada jendela transfer ini, meninggalkan lubang besar di jantung permainan Liverpool. Thuram, yang pernah dijuluki "one-man army in midfield" karena kemampuannya bertahan sekaligus membangun serangan, dianggap sebagai kandidat ideal untuk mengisi peran yang ditinggalkan Wijnaldum.
Perbandingan dengan Wijnaldum memang sulit dihindari. Gelandang asal Belanda itu, yang kini berusia 35 tahun dan bermain di Arab Saudi, pernah disebut "tak tergantikan" oleh jurnalis Richard Jolly selama membela Liverpool. Wijnaldum bukanlah pencetak gol prolifik, tetapi kecerdasan, ketenangan, dan kemampuannya melepaskan bola di momen tepat menjadi kunci sukses Liverpool di era Klopp. Hingga saat ini, The Reds belum menemukan pengganti yang setara.
Thuram, dengan gaya bermain elegan dan efisien, dinilai memiliki atribut serupa. Statistik dribelnya yang impresif di Serie A menunjukkan kemampuannya membawa bola keluar dari tekanan, sementara visi bermainnya memungkinkan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Jika bergabung, ia bisa menjadi "otot penghubung" yang sangat dibutuhkan Iraola untuk menerapkan taktik berintensitas tinggi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Liverpool ini menarik untuk diikuti. Selain sebagai barometer pergerakan klub besar Eropa di bursa transfer, Thuram juga merupakan pemain keturunan Afrika yang kerap menjadi inspirasi bagi talenta muda di Tanah Air. Keberhasilannya menolak tawaran finansial dari Saudi demi bersaing di papan atas Eropa bisa menjadi contoh sportivitas dan ambisi.
Namun, masih ada pertanyaan besar: akankah Thuram mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League? Pengalamannya di Juventus dan Nice menjadi modal berharga, tetapi tekanan di Anfield adalah level berbeda. Jika transfer ini terwujud, Liverpool tidak hanya mendapatkan gelandang bertalenta, tetapi juga simbol awal era baru di bawah Iraola. Akankah Thuram menjadi kunci kebangkitan The Reds, atau sekadar nama lain dalam daftar panjang pemain yang gagal memenuhi ekspektasi?



