Ubisoft Konfirmasi Assassin's Creed Black Flag Remake Tak Hadir di Nintendo Switch 2
Baca dalam 60 detik
- Ubisoft memastikan bahwa konten crossover terbaru Assassin's Creed Shadows tidak akan tersedia di Nintendo Switch 2 karena terkait dengan Black Flag Resynced yang tidak dirilis untuk konsol tersebut.
- Keputusan ini mengindikasikan bahwa versi remake dari Assassin's Creed IV: Black Flag hanya akan hadir di PS5, Xbox Series, dan PC pada 9 Juli mendatang.
- Bagi gamer Indonesia, absennya game ini di Switch 2 berarti opsi bermain di platform portabel Nintendo semakin terbatas, mengingat popularitas seri Assassin's Creed di Tanah Air.

Ubisoft secara resmi mengonfirmasi bahwa konten crossover terbaru untuk Assassin's Creed Shadows tidak akan tersedia di Nintendo Switch 2, karena terkait dengan Assassin's Creed Black Flag Resynced yang tidak dirilis untuk konsol tersebut. Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa versi remake dari game bajak laut legendaris itu hanya akan hadir di PlayStation 5, Xbox Series, dan PC pada 9 Juli mendatang.
Dalam pembaruan gratis yang dirilis pada 16 Juni, Assassin's Creed Shadows—yang berlatar Jepang feodal—mendapatkan dua proyek crossover di Animus Hub. Konten tersebut mencakup kostum, senjata, dan barang koleksi bertema yang dapat digunakan di Shadows maupun Black Flag Resynced. Namun, Ubisoft menegaskan bahwa item-item ini tidak akan bisa diakses oleh pemilik Nintendo Switch 2.
“Sayangnya, konten ini tidak akan tersedia di Nintendo Switch 2 karena berisi materi crossover dengan Black Flag Resynced, yang tidak akan dirilis untuk Nintendo,” demikian pernyataan resmi Ubisoft seperti dikutip dari laman berita game. Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi spekulasi sebelumnya bahwa sang penerbit asal Prancis itu tidak berencana membawa remake Black Flag ke konsol generasi baru Nintendo.
Keputusan Ubisoft ini menarik dicermati, terutama karena Nintendo Switch 2 diprediksi akan menjadi salah satu konsol terlaris setelah peluncurannya. Dengan basis penggemar Assassin's Creed yang besar di Indonesia—terbukti dari antusiasme terhadap seri Shadows yang berlatar Jepang—ketiadaan Black Flag Resynced di Switch 2 bisa menjadi pukulan bagi gamer yang mengandalkan platform portabel. Banyak pemain Tanah Air yang lebih memilih bermain di konsol genggam karena fleksibilitasnya, dan absennya judul besar seperti ini dapat memengaruhi keputusan pembelian konsol.
Dari sisi industri, langkah Ubisoft ini menunjukkan strategi yang lebih selektif dalam mendukung platform baru. Alih-alih merilis game di semua konsol, mereka memilih fokus pada ekosistem yang sudah mapan seperti PlayStation dan Xbox. Analis game memperkirakan bahwa keputusan ini mungkin juga dipengaruhi oleh biaya porting yang tinggi serta target pasar yang lebih sempit untuk remake game lawas. “Ubisoft tampaknya ingin memaksimalkan keuntungan dengan merilis di platform dengan basis pemain terbesar,” ujar seorang pengamat industri.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Ubisoft akan mengubah sikapnya jika Nintendo Switch 2 terbukti sukses besar di pasaran. Dengan jadwal rilis Black Flag Resynced yang tinggal beberapa minggu lagi, keputusan untuk tidak menyertakan Switch 2 tampaknya sudah final. Namun, bukan tidak mungkin versi portabel akan menyusul di kemudian hari, seperti yang pernah terjadi dengan beberapa judul Assassin's Creed sebelumnya yang dirilis di Nintendo Switch.



