Dune: Awakening Rilis September, Tapi Tanpa Cross-Play Antar Konsol dan PC
Baca dalam 60 detik
- Funcom mengonfirmasi Dune: Awakening akan dirilis untuk PS5 dan Xbox Series X|S pada 22 September, namun tidak mendukung fitur cross-play antar platform konsol maupun antara konsol dan PC.
- Keputusan ini mengecewakan komunitas gamer yang menginginkan pengalaman bermain lintas platform, meskipun game ini akan menyertakan seluruh pembaruan yang sudah ada di PC.
- Cross-play hanya tersedia antara Xbox dan Windows PC Store, membatasi interaksi pemain di ekosistem yang berbeda.

Funcom, pengembang di balik game MMO bertema dunia Dune, mengumumkan bahwa Dune: Awakening akan hadir di PlayStation 5 dan Xbox Series X|S pada 22 September mendatang. Namun, kabar buruk bagi para penggemar yang berharap bisa bermain bersama lintas platform: fitur cross-play tidak akan tersedia antara konsol dan PC, maupun antar konsol yang berbeda.
Dalam sebuah unggahan blog resmi, Funcom menjelaskan bahwa meskipun versi konsol akan menyertakan seluruh pembaruan yang telah dirilis untuk PC, fitur cross-play tidak dihadirkan. Pengecualian hanya diberikan untuk pemain Xbox dan Windows PC Store yang masih bisa saling terhubung. Keputusan ini tentu menjadi pukulan bagi komunitas gamer yang menginginkan fleksibilitas bermain tanpa batasan perangkat.
Fenomena cross-play kini menjadi standar industri game modern, terutama untuk genre MMO yang mengandalkan basis pemain besar. Tanpa fitur ini, Dune: Awakening berisiko membelah komunitasnya menjadi beberapa kelompok terisolasi, yang dapat memengaruhi umur panjang dan daya tarik game tersebut. Analis industri menilai bahwa keputusan ini mungkin didorong oleh kompleksitas teknis atau kebijakan platform, namun tetap mengecewakan bagi konsumen.
Bagi gamer di Indonesia, keputusan ini bisa menjadi pertimbangan penting. Dengan penetrasi konsol yang masih terbatas dan komunitas PC yang lebih besar, ketiadaan cross-play berarti pemain konsol tidak bisa bergabung dengan teman-teman yang bermain di PC. Hal ini berpotensi mengurangi minat terhadap game ini di pasar Indonesia, di mana interaksi sosial menjadi salah satu daya tarik utama MMO.
Funcom belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai kemungkinan penambahan cross-play di masa depan. Namun, dengan persaingan ketat di genre MMO, keputusan ini bisa menjadi bumerang jika tidak segera diatasi. Pertanyaan yang muncul: akankah Funcom mempertimbangkan ulang kebijakan ini setelah rilis, atau justru akan kehilangan sebagian besar basis pemain potensialnya?



