PlayerUnknown Productions Tutup Prologue: Go Wayback, PHK Karyawan Tak Terhindarkan
Baca dalam 60 detik
- PlayerUnknown Productions menghentikan pengembangan Prologue: Go Wayback dan melakukan PHK sebagai bagian dari restrukturisasi.
- Game yang baru dirilis dalam Early Access sejak November lalu itu akan diberikan gratis setelah update terakhir.
- Studio masih mempertimbangkan opsi refund bagi pembeli, namun masa depan proyek ini belum jelas.

PlayerUnknown Productions, studio di balik fenomena battle royale PUBG, secara mengejutkan mengumumkan penghentian pengembangan Prologue: Go Wayback—sebuah game survival roguelike open-world yang baru memasuki masa Early Access pada November tahun lalu. Langkah ini diikuti dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi internal.
Dalam pengumuman resmi yang dipublikasikan melalui halaman Steam, studio yang didirikan oleh Brendan "PlayerUnknown" Greene menyatakan bahwa mereka tidak akan melanjutkan pengembangan game tersebut untuk saat ini. Meski demikian, mereka membuka kemungkinan untuk meninjau kembali proyek itu di masa depan, meskipun tanpa kepastian apa pun. Keputusan ini menandai perubahan arah yang signifikan bagi studio yang sebelumnya dikenal ambisius dalam menggarap genre baru.
Sebagai langkah terakhir, PlayerUnknown Productions akan merilis sebuah update final yang menambahkan item, jalur, dan fitur eksplorasi baru. Setelah itu, Prologue: Go Wayback akan keluar dari akses Early Access dan tersedia secara gratis untuk semua pengguna. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memberikan nilai lebih kepada komunitas yang telah mendukung, sekaligus menutup babak pengembangan secara terhormat.
Bagi industri game Indonesia, kabar ini menjadi pengingat akan tingginya risiko pengembangan game indie dan AA. Meski PlayerUnknown Productions memiliki nama besar berkat PUBG, kegagalan Prologue: Go Wayback menunjukkan bahwa kesuksesan sebelumnya tidak menjamin keberlanjutan proyek berikutnya. Banyak studio lokal yang mungkin tengah mengamati dinamika ini sebagai pelajaran berharga dalam manajemen sumber daya dan ekspektasi pasar.
Keputusan untuk memberikan game secara gratis juga menjadi strategi yang menarik. Di satu sisi, ini bisa memperluas basis pemain dan membangun goodwill, namun di sisi lain menimbulkan pertanyaan tentang model bisnis jangka panjang. Apakah langkah ini akan diikuti studio lain yang menghadapi situasi serupa? Atau justru menjadi sinyal bahwa Early Access bukan lagi jaminan keberhasilan komersial?
Ke depan, fokus PlayerUnknown Productions kini dipertanyakan. Dengan proyek ambisius lain seperti Artemis yang masih dalam pengembangan, publik menanti apakah studio ini mampu bangkit kembali atau justru akan semakin meredup. Satu hal yang pasti, industri game terus bergerak dinamis—dan tidak semua eksperimen berakhir manis.



