Ekspansi Agresif Fore Kopi (FORE): Bidik 100 Gerai Baru dan Lonjakan Laba 70% di Tengah Volatilitas Global
Baca dalam 60 detik
- Target Growth Fantastis: PT Fore Kopi Indonesia Tbk memproyeksikan pertumbuhan laba bersih hingga 70% pada 2026, didorong oleh pembukaan 100 unit bisnis baru.
- Diversifikasi & Penetrasi: Perusahaan memperkuat lini Fore Donut di kota metropolitan sembari melakukan penetrasi gerai kopi ke kota tier 2 dan tier 3 yang menyumbang 40% ekspansi kuartal awal.
- Mitigasi Supply Chain: Menghadapi lonjakan harga material plastik akibat krisis Selat Hormuz, FORE melakukan price lock melalui kontrak vendor jangka panjang untuk menghindari kenaikan harga jual ke konsumen.

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mengumumkan peta jalan bisnis yang sangat ambisius untuk tahun buku 2026. Melalui strategi dual-expansion pada lini minuman dan makanan, emiten retail kopi ini optimis mampu mencetak rekor laba bersih baru di tengah dinamika ekonomi makro yang menantang.
Dalam paparan publik terbarunya, manajemen FORE mengungkapkan bahwa fokus utama tahun ini adalah memperkuat penetrasi pasar domestik. Perusahaan mengidentifikasi adanya pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih melirik affordable premium coffee. Momentum ini dimanfaatkan FORE dengan menargetkan penambahan 100 gerai baru yang mencakup Fore Coffee dan lini bisnis terbaru, Fore Donut.
- Target Laba: Proyeksi pertumbuhan 70% secara tahunan (YoY).
- Ekspansi Kuartal I: 22 gerai baru telah dibangun, 40% di antaranya menyasar Kota Tier 2 & 3.
- Lini Baru: Fore Donut kini mengoperasikan 7 gerai dengan rencana ekspansi ke Bandara Soetta dan Surabaya.
- Indikator SSSG: Mencatatkan pertumbuhan double digit pada awal tahun 2026.
Direktur FORE, M. Fahmi Rachmattulah, menyoroti keberhasilan diversifikasi melalui Fore Donut yang mulai menunjukkan traksi positif sejak peluncurannya di akhir 2025. Strategi wilayah yang diterapkan juga terukur; kota-kota besar (Tier 1) menjadi venue utama bagi produk donat, sementara jaringan kopi terus diperluas hingga ke pelosok daerah guna menangkap potensi pasar yang belum terjamah merek global.
Meski mencatatkan update performa yang impresif, manajemen tetap mewaspadai risiko eksternal. Konflik di Selat Hormuz telah memicu kenaikan harga bahan baku plastik dan logistik secara global. Menanggapi tekanan ini, Direktur Utama FORE, Vico Lomar, menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak melakukan price hike pada produk mereka tahun ini. Strategi mitigasi dilakukan melalui penguncian harga (hedging) dengan vendor melalui kontrak jangka panjang.
| Inovasi & Strategi | Fokus Produk | Target Lokasi Baru |
|---|---|---|
| Beverage Series | The Prime & Matcha Club | Nasional (All Tiers) |
| Food Diversification | Fore Donut & Roll Cake | Bandara, Bandung, Surabaya |
Secara keseluruhan, FORE menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah dinamika retail yang fluktuatif. Keberhasilan menjaga struktur biaya melalui efisiensi operasional dan kontrak vendor yang cerdas diproyeksikan akan mengamankan margin keuntungan perusahaan. Jika target ekspansi 100 gerai tercapai tepat waktu, FORE berpotensi mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar kedai kopi modern yang paling efisien di Indonesia.



