Album Paling Personal Phil Collins: Mengapa ‘Both Sides’ Menjadi Karya Kebanggaan Terbesarnya
Baca dalam 60 detik
- Phil Collins menyebut album Both Sides (1993) sebagai album favorit dan paling ia banggakan.
- Album ini dikerjakan sepenuhnya oleh Collins sendirian, mulai dari menulis, memainkan semua instrumen, hingga memproduksi.
- Both Sides dianggap sebagai karya Collins yang paling jujur, intim, dan jauh dari polesan komersial musik pop 80-an.

Meskipun Phil Collins mendominasi tangga lagu dunia pada era 1980-an baik bersama Genesis maupun karier solonya, terdapat satu album yang ia anggap sebagai pencapaian terbaiknya secara emosional dan kreatif. Album tersebut adalah Both Sides yang dirilis pada tahun 1993.
Mengapa 'Both Sides' Begitu Istimewa?
- Karya Solo Sejati: Ini adalah salah satu dari sedikit album di mana Phil Collins memainkan seluruh instrumen sendirian dan memproduksinya sebagian besar di rumah.
- Kejujuran Emosional: Berbeda dengan produksi Genesis yang megah, Both Sides menunjukkan sisi Collins yang paling intim, tanpa topeng kreatif, serta penuh dengan kejujuran yang terkadang menyakitkan.
- Eksperimentasi: Album ini memiliki durasi lagu yang lebih panjang dan struktur yang lebih reflektif dibandingkan karya pop arus utamanya yang lebih mengkilap.
Perjalanan Karier Phil Collins
Dari seorang pemain perkusi hingga menjadi bintang pop global, perjalanan Collins penuh dengan momen transisi yang krusial.
| Era / Album | Signifikansi |
|---|---|
| Face Value (1981) | Debut solo yang lahir dari masalah pernikahan, menghadirkan hit "In The Air Tonight". |
| Both Sides (1993) | Album favorit pribadi Collins; merekam sisi introspektif setelah meninggalkan Genesis. |
| Era Disney (Tarzan) | Ekspansi kreatif Collins ke dunia film mengikuti jejak legenda seperti Elton John. |
"Album seperti Both Sides memang sempat terabaikan... Tapi saya sangat bangga dengan rekaman itu. Itu adalah album favorit saya," ungkap Phil Collins kepada Consequence.
Meskipun Both Sides secara komersial tidak menyamai kesuksesan album-album sebelumnya, kritikus dan pendengar baru mulai mengapresiasi sisi eksperimental dan reflektif Collins bertahun-tahun kemudian. Bagi Collins, album ini tetap menjadi representasi paling jujur dari dirinya sebagai seorang seniman.



