Pertamina Update Harga BBM Non-Subsidi: Pertamax Turbo dan Dex Series Naik Signifikan
Baca dalam 60 detik
- Penyesuaian Selektif: Pertamina resmi mengerek harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex per 4 Mei 2026, merespons volatilitas harga minyak mentah global dan fluktuasi kurs Rupiah.
- Stabilitas RON 92: Produk volumetric besar seperti Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 diputuskan tetap di harga lama guna menjaga daya beli masyarakat kelas menengah.
- Mekanisme Pasar: Kebijakan ini merupakan evaluasi berkala berbasis nilai keekonomian, namun tetap diklaim kompetitif dibandingkan harga yang dipatok oleh operator SPBU swasta.

PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan price adjustment terhadap sejumlah varian Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai 4 Mei 2026, menyusul dinamika harga produk olahan internasional yang terus bergerak dinamis.
Langkah korporasi ini diambil sebagai bagian dari evaluasi rutin yang mengacu pada parameter harga minyak mentah dunia dan penguatan nilai tukar mata uang asing. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menyoroti bahwa penyesuaian ini merupakan konsekuensi logis dari mekanisme pasar untuk produk kategori non-subsidi. Meskipun demikian, Pertamina menegaskan bahwa penetapan harga baru ini tidak hanya berorientasi pada profitabilitas semata, melainkan juga mempertimbangkan stabilitas nasional serta psikologi pasar dalam negeri agar tidak memicu guncangan inflasi yang drastis.
- Pertamax Turbo (RON 98): Naik menjadi Rp19.900/liter (Sebelumnya Rp19.400).
- Dexlite (CN 51): Naik signifikan menjadi Rp26.000/liter (Sebelumnya Rp23.600).
- Pertamina Dex (CN 53): Naik menjadi Rp27.900/liter (Sebelumnya Rp23.900).
- Status Quo: Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) tidak mengalami perubahan harga.
Keputusan untuk mempertahankan harga Pertamax (RON 92) menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah melalui BUMN berupaya memberikan bantalan (buffer) bagi pengguna kendaraan pribadi agar tidak bermigrasi massal ke BBM subsidi. Pertamina mengeklaim tetap menjaga posisi harga yang kompetitif dalam "duel" harga dengan badan usaha penyalur BBM swasta lainnya di Indonesia. Transparansi penyesuaian ini diharapkan dapat diterima oleh segmen pelanggan menengah ke atas yang menjadi sasaran utama produk-produk berkualitas tinggi milik Pertamina.
Secara teknis, kenaikan paling tajam terlihat pada lini produk diesel (Dex Series), yang dipicu oleh tingginya permintaan global terhadap produk middle distillate. Seluruh pembaruan harga ini telah diintegrasikan secara elektronik ke dalam sistem Inatrade dan notifikasi otomatis di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia. Para pemilik kendaraan diharapkan selalu melakukan update melalui kanal resmi guna memastikan validitas informasi harga di wilayah masing-masing.
| Produk BBM | Harga Lama (Per Liter) | Harga Baru (Per Liter) | Status Penyesuaian |
|---|---|---|---|
| Pertamax (RON 92) | Rp12.300 | Rp12.300 | TETAP |
| Pertamax Turbo (RON 98) | Rp19.400 | Rp19.900 | NAIK |
| Dexlite (CN 51) | Rp23.600 | Rp26.000 | NAIK (Signifikan) |
| Pertamina Dex (CN 53) | Rp23.900 | Rp27.900 | NAIK (Signifikan) |
Ke depan, tren harga BBM non-subsidi akan terus bersifat volatile mengikuti perkembangan geopolitik dan kebijakan energi global. Pertamina diproyeksikan akan semakin intens melakukan pengawasan penyaluran guna memastikan segmentasi pelanggan tetap sasaran, sembari terus memperkuat ketersediaan stok nasional untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di tengah pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.



