Target Market EV Ekspansif: Mandiri Utama Finance Siap Akselerasi Kredit Motor Listrik Pasca-Insentif
Baca dalam 60 detik
- Reaktivasi Stimulus: Pemerintah berencana menghidupkan kembali subsidi motor listrik, sebuah langkah yang diproyeksikan menjadi katalisator utama dalam memperluas jangkauan pasar kendaraan ramah lingkungan.
- Performa Solid: Mandiri Utama Finance (MUF) mencatatkan pertumbuhan portofolio EV dan Hybrid sebesar 14% (YoY) pada kuartal I-2026, mencapai angka penyaluran Rp588 miliar.
- Agresivitas Strategis: Guna mengantisipasi lonjakan permintaan, perusahaan menyiapkan skema bunga kompetitif dan kampanye marketing intensif dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.

PT Mandiri Utama Finance (MUF) secara resmi menyatakan kesiapan untuk menggenjot penyaluran pembiayaan kendaraan listrik (EV) menyusul sinyal positif dari pemerintah terkait pengaktifan kembali insentif motor listrik per Mei 2026.
Kebijakan ini dinilai sebagai momentum krusial bagi industri pembiayaan untuk mempercepat transisi energi di sektor transportasi darat. Menurut Direktur MUF, Dapot Parasian S. Sinaga, kehadiran kembali insentif tersebut tidak hanya akan menurunkan hambatan harga bagi konsumen akhir, tetapi juga secara otomatis memperluas basis aplikasi kredit di segmen roda dua. Penurunan harga melalui subsidi pemerintah secara historis terbukti memiliki korelasi langsung terhadap volume transaksi di pasar otomotif domestik yang sangat sensitif terhadap harga (price sensitive).
- Total Penyaluran: Rp588 Miliar (Kombinasi EV & Hybrid).
- Pertumbuhan Tahunan: Meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Faktor Penentu: Efektivitas kebijakan insentif dan kematangan ekosistem pengisian daya (SPKLU).
- Target Operasional: Perluasan portofolio di segmen ritel dan korporasi.
Meskipun pasar kendaraan listrik masih menghadapi dinamika pasokan dan infrastruktur, MUF mencatatkan performa yang cukup tangguh sepanjang kuartal I-2026. Pertumbuhan dua digit pada segmen ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat menuju kendaraan berkelanjutan. Perusahaan memproyeksikan bahwa dengan adanya update regulasi insentif, ruang pertumbuhan akan semakin terbuka lebar, terutama untuk model-model motor listrik yang telah memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Menyikapi peluang tersebut, MUF telah menyusun peta jalan ekspansif namun tetap selektif guna menjaga kualitas aset. Strategi yang diterapkan mencakup penawaran promo suku bunga khusus untuk unit EV dan peningkatan layanan proses persetujuan kredit yang lebih cepat. Langkah ini sejalan dengan tren industri keuangan yang kini mulai mengadopsi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap keputusan bisnisnya.
| Metrik Pertumbuhan | Realisasi Q1-2026 | Proyeksi Pasca-Insentif |
|---|---|---|
| Volume Pembiayaan EV | Rp588 Miliar | Diprediksi Naik Signifikan |
| Pertumbuhan YoY | 14% | Target Akselerasi >20% |
| Sentimen Pasar | Konservatif | Optimis/Bullish |
Ke depan, keberhasilan adopsi kendaraan listrik massal di Indonesia akan sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah dan inovasi produk pembiayaan. MUF berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dengan para agen pemegang merek (APM) guna memastikan ketersediaan unit dan dukungan purnajual bagi konsumen, yang pada akhirnya akan memperkokoh dominasi mereka di pasar pembiayaan kendaraan listrik nasional.



