Merdeka Gold (EMAS) Bidik 115 Ribu Ons Emas: Proyek Pani Transisi ke Fase Operasi Komersial
Baca dalam 60 detik
- Transisi Strategis: PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi memulai fase komersial dengan produksi perdana 1.818 ons emas di Q1-2026.
- Efisiensi Biaya: Manajemen memproyeksikan normalisasi cash cost ke level US$ 900βUS$ 1.100 per ons seiring rampungnya infrastruktur heap leach.
- Target Agresif: Perusahaan menetapkan target produksi tahunan hingga 115.000 ons emas, didukung oleh optimalisasi armada angkut dan ekspansi eksplorasi di Kolokoa.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), entitas anak PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), mencatatkan tonggak sejarah baru dengan membukukan produksi emas sebesar 1.818 ons serta volume penjualan perdana 516 ons pada Kuartal I-2026.
Pencapaian ini menandai momentum krusial bagi emiten berkode EMAS tersebut dalam mentransformasi Proyek Pani di Gorontalo dari tahap konstruksi menuju operasi komersial penuh. Meskipun angka produksi awal ini masih dibatasi oleh kapasitas satu heap leach pad aktif, perusahaan optimistis bahwa fase ramp-up operasional yang sedang berjalan akan segera mendongkrak efisiensi skala ekonomi secara signifikan pada paruh kedua tahun ini.
Data Kunci & Operasional Q1-2026
- Volume Produksi: 1.818 Ons Emas.
- Realisasi Penjualan: 516 Ons Emas.
- Produksi Bijih: 2,5 juta ton (Didukung optimalisasi armada besar).
- Target Tahunan: 100.000 hingga 115.000 Ons Emas di akhir 2026.
Tantangan utama pada fase awal ini terletak pada struktur biaya yang masih relatif tinggi. Saat ini, cash cost operasional tercatat sebesar US$ 1.202 per ons (termasuk royalti). Namun, manajemen menegaskan bahwa angka ini merupakan konsekuensi logis dari kapasitas pengolahan yang belum optimal. Seiring dengan penyelesaian sisa kapasitas heap leach dan pengoperasian dua sel aktif pada Semester II-2026, biaya unit diproyeksikan akan melandai menuju target panduan di kisaran US$ 900 hingga US$ 1.100 per ons.
Di sisi teknis pertambangan, EMAS juga melakukan perbaikan masif pada infrastruktur jalan angkut (haul road). Penggunaan armada berkapasitas besar diharapkan dapat menekan biaya per unit melalui efisiensi logistik internal. Selain itu, aspek keberlanjutan umur tambang mendapatkan sinyal positif dari kegiatan eksplorasi di wilayah Kolokoa yang menunjukkan indikasi tambahan sumber daya potensial hanya dalam waktu empat bulan pengeboran.
Proyeksi Struktur Biaya 2026
| Komponen Biaya | Realisasi Q1-2026 | Target Panduan 2026 |
|---|---|---|
| Cash Cost (Excl. Royalty) | US$ 969 /oz | US$ 900 - US$ 1.100 /oz |
| Cash Cost (Incl. Royalty) | US$ 1.202 /oz | Normalisasi bertahap |
Melihat kedepan, prospek EMAS akan sangat bergantung pada keberhasilan eksekusi pembangunan sisa fasilitas pengolahan di paruh kedua tahun ini. Jika laju penumpukan bijih meningkat sesuai rencana, perseroan tidak hanya akan mencapai target volume produksi, tetapi juga mengukuhkan posisi Proyek Pani sebagai salah satu aset emas berbiaya rendah (low-cost asset) di Indonesia setelah mencapai kapasitas produksi penuh.



