Volume Penukaran Riyal Melonjak 76%: BSI Perkuat Ekosistem Layanan Haji dan Solusi Cashless di Tanah Suci
Baca dalam 60 detik
- Ekspansi Transaksi Valas: Memasuki periode puncak pemberangkatan haji 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat lonjakan permintaan penukaran banknotes Riyal (SAR) sebesar 76% akibat tingginya kebutuhan uang saku jemaah.
- Dominasi Market Leader: BSI mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar perbankan religi dengan mengelola 83% kuota haji nasional dan lebih dari 7,2 juta rekening tabungan haji.
- Digitalisasi Ibadah: Perseroan mengarahkan jemaah untuk beralih ke transaksi non-tunai melalui aplikasi BYOND dan Kartu Debit VISA Mabrur demi keamanan finansial selama berada di Arab Saudi.

Jakarta β Menjelang operasional penyelenggaraan haji 2026 yang melibatkan sekitar 221.000 jemaah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melaporkan pertumbuhan eksponensial pada aktivitas penukaran mata uang Riyal (SAR) serta kesiapan infrastruktur layanan di 16 embarkasi utama di seluruh Indonesia.
Peningkatan volume transaksi valuta asing yang mencapai 76% pada medio AprilβMei ini dipicu oleh dimulainya fase pemberangkatan kloter pertama dari Embarkasi Cipondoh. Fenomena ini mencerminkan tingginya ketergantungan jemaah terhadap penyediaan likuiditas fisik sebelum bertolak ke Tanah Suci. Menanggapi dinamika tersebut, BSI melakukan *deployment* strategis dengan menghadirkan 22 *booth* layanan di berbagai titik keberangkatan. Fasilitas yang ditawarkan mencakup penukaran mata uang, konsultasi perbankan, hingga penyediaan sarana relaksasi bagi para jemaah.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, menyoroti bahwa peran perseroan melampaui sekadar penyedia jasa keuangan. Dengan basis nasabah yang mencakup 83% dari total jemaah haji Indonesia, BSI memegang tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas ekosistem perbankan syariah nasional. Saat ini, tercatat 47% dari total 7,2 juta rekening tabungan haji telah berada dalam daftar tunggu (*waiting list*), yang menunjukkan besarnya potensi loyalitas nasabah dalam jangka panjang.
Data Operasional & Layanan Haji 2026
- Total Jemaah: Melayani estimasi 221.000 orang dari 16 embarkasi seluruh RI.
- Market Share: Mengelola tabungan sekitar 83% calon jemaah haji nasional.
- Jaringan Fisik: Siaga di 22 booth (16 embarkasi utama & 6 embarkasi antara).
- Digital Tools: Dukungan aplikasi BYOND by BSI dan Kartu Debit VISA Mabrur.
Meskipun permintaan uang tunai meningkat tajam, manajemen BSI secara aktif mempromosikan strategi *cashless society* guna meminimalisir risiko kehilangan uang tunai di luar negeri. Penggunaan fitur global pada aplikasi BYOND dan kartu debit berlogo VISA dirancang untuk memberikan kemudahan akses dana di ribuan ATM dan merchant di Arab Saudi secara *real-time*. Langkah ini dinilai sejalan dengan tren global di mana efisiensi dan keamanan transaksi menjadi prioritas utama bagi pelancong internasional maupun jemaah religi.
| Layanan Unggulan | Fungsi bagi Jemaah |
|---|---|
| Banknotes Riyal (SAR) | Penyediaan uang tunai untuk kebutuhan mendesak di Arab Saudi. |
| BYOND by BSI | Aplikasi digital untuk monitoring saldo dan transaksi *cashless*. |
| VISA Mabrur | Akses penarikan tunai dan belanja di seluruh jaringan global VISA. |
Melihat tren ke depan, BSI memproyeksikan integrasi layanan haji akan semakin bergantung pada teknologi *mobile banking* yang mampu menjembatani kebutuhan nasabah lintas negara. Keberhasilan dalam mengelola lonjakan transaksi selama musim haji tahun ini akan menjadi tolok ukur penting bagi kapasitas operasional BSI dalam mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar perbankan syariah di Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen pelayanan dari fase pemberangkatan hingga kepulangan jemaah.



