Strategi Allo Bank di Tengah Tren Deflasi Bunga: Penyesuaian Deposito Selektif demi Jaga Likuiditas
Baca dalam 60 detik
- Gradual Adjustment: PT Allo Bank Indonesia (BBHI) menerapkan kebijakan penurunan suku bunga simpanan secara bertahap dan non-seragam untuk menyeimbangkan daya tarik produk dengan efisiensi biaya dana.
- Optimalisasi Struktur Dana: Fokus perseroan kini bergeser dari sekadar pertumbuhan nominal menuju penguatan rasio dana murah (CASA) guna menopang Net Interest Margin (NIM) yang lebih sehat.
- Ekspansi Kredit Solid: Di tengah normalisasi bunga, Allo Bank berhasil membukukan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 20,3% secara tahunan, menunjukkan daya serap pasar yang tetap kuat terhadap aset produktif.

Jakarta β PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) merespons dinamika pelonggaran likuiditas pasar dengan mengambil langkah moderat dalam menyesuaikan suku bunga deposito, guna memastikan stabilitas operasional dan menjaga kepercayaan nasabah di tengah tren penurunan suku bunga industri perbankan nasional pada Rabu (29/04).
Data otoritas moneter menunjukkan adanya pergeseran signifikan pada peta suku bunga deposito tenor satu bulan yang menyusut sekitar 62 basis poin (bps) dalam periode satu tahun terakhir. Menanggapi fenomena tersebut, Allo Bank memilih untuk tidak bersikap reaktif. Strategi penyesuaian bunga yang dilakukan perseroan bersifat selektif, di mana perubahan tingkat imbal hasil didasarkan pada segmentasi nasabah, durasi tenor, serta proyeksi kebutuhan kas internal. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa transmisi kebijakan moneter tidak mengganggu struktur pendanaan yang sedang dioptimalisasi.
Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo, menilai bahwa kondisi likuiditas yang kian longgar memberikan ruang bagi bank digital untuk menekan *cost of fund*. Meskipun Allo Bank masih menawarkan bunga kompetitif di kisaran 7% hingga 7,5% untuk kategori tertentu, rata-rata tertimbang bunga deposito diproyeksikan akan terus melandai. Penurunan ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi bank dalam mengelola margin bunga bersih, sekaligus membuka peluang bagi penyesuaian bunga kredit di masa mendatang, meski transmisi tersebut diprediksi tidak akan terjadi secara instan.
Data Kunci Performa Allo Bank (Februari 2026)
- Pertumbuhan Kredit: Mencapai Rp8,38 triliun atau naik 20,3% (YoY).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Tumbuh solid di angka 17,31% secara tahunan.
- Benchmark Industri: Penurunan bunga deposito 1 bulan sebesar 62 bps di pasar.
- Fokus Utama: Integrasi ekosistem digital untuk mendorong strategi cross-selling.
Pertumbuhan simpanan deposito tetap menjadi tulang punggung pendanaan Allo Bank, namun manajemen mulai menitikberatkan pada kualitas Dana Pihak Ketiga (DPK). Melalui penguatan *digital onboarding* dan segmentasi pasar yang lebih presisi, perseroan berupaya meningkatkan porsi dana murah agar struktur biaya lebih berkelanjutan. Sinergi dengan ekosistem bisnis yang luas memungkinkan Allo Bank untuk mempertahankan loyalitas nasabah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perang suku bunga yang agresif.
| Indikator Strategis | Status / Target |
|---|---|
| Suku Bunga Deposito | Penyesuaian selektif (Kompetitif 7% - 7,5% selektif) |
| Biaya Dana (CoF) | Target penurunan melalui peningkatan CASA |
| Manajemen Kredit | Ekspansi terarah dengan mitigasi risiko ketat |
Menatap masa depan, Allo Bank memproyeksikan bahwa stabilitas ekonomi makro akan mendorong normalisasi bunga lebih lanjut. Fokus perseroan akan tetap tertuju pada penguatan infrastruktur digital dan integrasi layanan perbankan dalam gaya hidup pengguna. Keberhasilan dalam melakukan *pricing* yang presisi dan pemanfaatan data nasabah secara cerdas akan menjadi kunci bagi Allo Bank untuk memenangkan pangsa pasar bank digital, sambil tetap menjaga fundamental keuangan yang resilien terhadap guncangan pasar.



