LIXIL Perkuat Sinergi Arsitektur & Sanitasi Berkelanjutan: Inovasi 'OASE' di ARCH:ID 2026
Baca dalam 60 detik
- Kolaborasi Multidisiplin: LIXIL mengintegrasikan riset sejarah, sains, dan desain arsitektur untuk menjawab krisis sanitasi global dan tantangan tata kota modern.
- Paviliun OASE: Melalui instalasi edukatif di ARCH:ID 2026, LIXIL menyoroti korelasi antara kualitas air dan evolusi peradaban manusia sejak era Batavia.
- Agenda Strategis: Peluncuran LIXIL Architectural Design Competition (LADC) dan Day of Architecture & Design (LDAD) menjadi wadah inkubasi ide bagi profesional muda.

LIXIL Water Technology Indonesia secara resmi memperkuat komitmennya sebagai mitra strategis bagi ekosistem arsitektur dan properti nasional melalui pendekatan kolaborasi lintas disiplin yang progresif. Di tengah tantangan krisis sanitasi global, perusahaan manufaktur ini tidak lagi hanya fokus pada distribusi produk, melainkan mengedepankan riset mendalam dan edukasi publik untuk membentuk kualitas ruang hidup yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Industri arsitektur dan konstruksi saat ini menghadapi pergeseran paradigma di mana estetika bangunan tidak lagi cukup. Integrasi antara riset lingkungan, inovasi teknologi sanitasi, dan pemahaman mendalam tentang siklus air menjadi pilar utama dalam menciptakan hunian yang sehat. Arfindi Batubara, Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, menegaskan bahwa kolaborasi telah bertransformasi menjadi standar baru bagi pelaku industri untuk bertumbuh di tengah dinamika kebutuhan masyarakat global yang kian kompleks.
- Gap Sanitasi: Masih terdapat 3,4 miliar orang di dunia yang belum terlayani akses sanitasi memadai.
- Target Sosial: LIXIL berkomitmen meningkatkan akses bagi 103 juta orang guna mendorong kesejahteraan ekonomi.
- Nilai Investasi: Berdasarkan data internal, setiap investasi sebesar US$1 dalam sektor sanitasi mampu menghasilkan nilai balik (return) ekonomi hingga US$5.
Implementasi nyata dari visi ini tercermin dalam kehadiran paviliun "OASE: Architecture in the Water Cycle" di ajang ARCH:ID 2026. Bekerja sama dengan berbagai pakar dari Labtek Apung hingga Sciencewerk, instalasi ini menyuguhkan narasi reflektif mengenai sejarah tata kota Jakarta (Batavia). Riset tersebut menyoroti bagaimana buruknya sistem sanitasi di masa lalu memicu wabah besar yang pada akhirnya memaksa perubahan struktur kota secara masif.
β Adi Purnomo, Founder Mamostudio.
Ke depan, LIXIL telah menyiapkan rangkaian agenda untuk menjaga momentum kreativitas di industri. Dua program unggulan, yakni LADC (LIXIL Architectural Design Competition) dan LDAD (LIXIL Day of Architecture & Design), diproyeksikan menjadi katalisator bagi arsitek dan desainer interior untuk bertukar gagasan berbasis data dan riset teknis.
| Program | Timeline / Jadwal | Target & Fokus Utama |
|---|---|---|
| LADC 2026 | 18 Mei β 5 Juli 2026 | Kompetisi desain kolaboratif lintas budaya bagi profesional. |
| LDAD 2026 | 12 Agustus 2026 | Forum diskusi terbuka dengan pembicara ahli internasional. |
| Paviliun OASE | ARCH:ID 2026 | Edukasi sejarah sanitasi dan lanskap berkelanjutan. |
Melalui rangkaian inisiatif ini, LIXIL memposisikan diri bukan sekadar sebagai penyedia solusi sanitasi, melainkan sebagai penggerak perubahan (*change maker*) dalam ekosistem pembangunan. Dengan mengedepankan pendekatan berbasis riset dan diskusi terbuka, masa depan arsitektur diharapkan mampu memberikan solusi yang lebih presisi terhadap tantangan krisis air dan kesehatan di tatanan kota masa depan.



