Krom Bank Rebalancing Strategy: Fokus ke CASA dan Embedded Finance Demi Likuiditas Sehat
Baca dalam 60 detik
- Shifting Strategy: Krom Bank mulai meninggalkan ketergantungan pada suku bunga tinggi (deposito) dan beralih memperkuat dana murah (CASA) melalui optimalisasi ekosistem digital.
- Likuiditas Membaik: Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) menunjukkan tren positif, turun signifikan dari 115,11% menjadi 96,56% per Februari 2026.
- Diversifikasi Institusional: Perusahaan membuka keran pendanaan alternatif lewat institutional funding dan integrasi embedded finance bersama grup Kredivo untuk efisiensi biaya.

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) resmi menginisiasi perubahan peta jalan pendanaan guna memperkuat struktur likuiditas jangka panjang di tengah ketatnya kompetisi industri bank digital nasional pada April 2026.
Sebagai pemain agresif di sektor perbankan digital, Krom Bank selama ini mengandalkan strategi high-yield interest untuk memacu akuisisi nasabah secara masif. Dengan tawaran bunga tabungan 6% dan deposito mencapai 8,25% per tahun, bank ini berhasil mencatatkan lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang signifikan pada awal tahun fiskal 2026. Namun, manajemen menyadari bahwa ketergantungan pada dana mahal dapat menekan marjin bunga bersih dalam jangka panjang.
Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James Kurniawan, memproyeksikan transisi strategi ini sebagai langkah krusial untuk mencapai efisiensi biaya dana (cost of fund). Fokus utama kini bergeser pada penghimpunan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menyehatkan neraca keuangan, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem perbankan yang lebih berkelanjutan melalui integrasi layanan keuangan di platform digital pihak ketiga.
- Optimalisasi Ekosistem: Memaksimalkan sinergi dengan Kredivo untuk memperluas jangkauan layanan digital.
- Embedded Finance: Integrasi layanan perbankan langsung ke dalam platform merchant atau aplikasi mitra.
- Institutional Funding: Mencari sumber pendanaan dari pihak korporasi dan institusi guna menyeimbangkan profil risiko.
- Target Rasio: Menekan LDR menuju level ideal di bawah 92% sesuai parameter regulator.
Transformasi ini tercermin dalam perbaikan indikator fundamental perusahaan. Berdasarkan data keuangan Februari 2026, kondisi likuiditas Krom Bank terpantau jauh lebih stabil dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meskipun angka LDR masih berada sedikit di atas ambang batas ideal yang ditetapkan regulator, tren penurunan yang tajam menunjukkan bahwa penetrasi DPK mulai mampu mengimbangi laju penyaluran kredit.
| Metrik Keuangan (Februari) | Tahun 2025 | Tahun 2026 | Status |
|---|---|---|---|
| Loan to Deposit Ratio (LDR) | 115,11% | 96,56% | Membaik (Turun) |
| Suku Bunga Deposito (Peak) | 8,75% | 8,25% | Penyesuaian |
| Pertumbuhan DPK | Moderat | Agresif | Melesat |
Melihat proyeksi ke depan, integrasi mendalam dengan ekosistem grup akan menjadi pembeda utama bagi Krom Bank. Dengan memperkuat infrastruktur teknologi untuk embedded finance, bank diprediksi mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan stickiness nasabah. Langkah ini sejalan dengan tren industri perbankan global yang mulai memprioritaskan kualitas aset dan stabilitas likuiditas di atas sekadar pertumbuhan volume jangka pendek.



