BNI Rampungkan Global Offering AT1 US$700 Juta: Strategi Tebalkan CAR dan Amunisi Ekspansi
Baca dalam 60 detik
- Injeksi Modal Global: BNI berhasil menghimpun dana segar senilai US$700 juta (setara Rp11,99 triliun) melalui instrumen Additional Tier-1 (AT1) dengan yield kompetitif sebesar 7,15%.
- Struktur Kapital Kuat: Dana perolehan difokuskan untuk memperkokoh rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) tanpa membebani ekuitas melalui skema perpetual non-cumulative.
- Listing di SGX: Instrumen subordinasi ini menyasar investor internasional dan akan tercatat secara resmi di Singapore Exchange pada akhir April 2026.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) secara resmi menuntaskan proses pembentukan harga (*bookbuilding*) untuk penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) senilai US$700 juta di pasar global. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat struktur permodalan inti serta menyediakan bantalan likuiditas yang lebih luas untuk mendukung agenda ekspansi bisnis perseroan di tahun 2026.
Aksi korporasi ini menandai kepercayaan investor internasional terhadap fundamental BBNI di tengah dinamika ekonomi global. Instrumen berdenominasi dolar AS ini menawarkan kupon atau *distribution rate* sebesar 7,15% per tahun. Dengan skema *perpetual non-cumulative*, surat utang ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan pembayaran imbal hasilnya tidak bersifat akumulatif, sebuah karakteristik umum dalam instrumen penguat modal Tier-1 yang diakui secara regulasi perbankan internasional.
Data Kunci Penerbitan AT1 BNI 2026
- Nilai Emisi: US$ 700 Juta (Β± Rp 11,99 Triliun).
- Tingkat Imbal Hasil: 7,15% per tahun.
- Lokasi Pencatatan: Singapore Exchange (SGX).
- Sifat Instrumen: Subordinasi, Tanpa Jatuh Tempo (Perpetual).
- Target Settlement: 22 April 2026.
Manajemen BNI menegaskan bahwa seluruh perolehan dana akan didedikasikan untuk mempertebal rasio kecukupan modal (*Capital Adequacy Ratio*/CAR). Sekretaris Perusahaan BNI, Okki Rushartomo, memproyeksikan bahwa suntikan modal ini akan memberikan ruang gerak lebih besar bagi perseroan dalam menyalurkan kredit produktif dan memperkuat daya saing di industri perbankan yang kian kompetitif. Secara regulasi, emisi ini telah memenuhi ketentuan OJK terkait kewajiban penyediaan modal minimum bagi bank umum.
Menarik untuk dicermati, emisi ini sepenuhnya menyasar pasar luar negeri dan tidak ditawarkan kepada pemodal domestik. Langkah ini mencerminkan strategi diversifikasi basis investor BNI. Selain itu, nilai emisi ini dipastikan tidak melampaui batas 20% dari ekuitas perseroan per akhir 2025, sehingga tidak dikategorikan sebagai transaksi material yang memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
| Parameter Transaksi | Detail Deskripsi |
|---|---|
| Underwriter | Manajer Investasi Global (Subscription Agreement) |
| Kepatuhan Regulasi | POJK No. 17/POJK.04/2020 & Standar Tier-1 OJK |
| Status Transaksi | Non-Material (Tanpa Persetujuan Pemegang Saham) |
Ke depan, perkuatan modal melalui instrumen AT1 ini menempatkan BNI pada posisi yang lebih tangguh dalam menghadapi volatilitas makroekonomi global. Dengan neraca yang semakin solid, pasar mengantisipasi akselerasi ekspansi kredit BNI, khususnya pada sektor-sektor strategis dan digital banking, guna mempertahankan dominasi di pasar perbankan regional.



