Update Divestasi UNVR: Manajemen Buka Suara Terkait Rumor Penjualan Brand Buavita
Baca dalam 60 detik
- Klarifikasi Kepemilikan: PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menegaskan bahwa aset brand Buavita tetap menjadi bagian integral dari portofolio perusahaan saat ini.
- Status Transaksi: Perseroan mengonfirmasi belum ada komitmen atau penandatanganan perjanjian jual beli dengan pihak ketiga mana pun terkait lini bisnis jus tersebut.
- Sentimen Pasar: Isu perampingan portofolio muncul di tengah tekanan harga saham UNVR yang terkoreksi cukup dalam sepanjang tahun berjalan (year-to-date).

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) secara resmi membantah kabar mengenai pelepasan salah satu lini bisnis unggulannya, Buavita, melalui keterbukaan informasi kepada publik pada Senin (13/4/2026). Perusahaan memastikan tidak ada kesepakatan divestasi yang terjadi di tengah isu reorganisasi portofolio produk non-inti yang santer terdengar di pasar modal.
Sekretaris Perusahaan UNVR, Mario Abdi Amrillah, menyatakan bahwa kepemilikan bisnis jus Buavita masih sepenuhnya berada di bawah kendali emiten consumer goods tersebut. Langkah klarifikasi ini diambil guna meredam spekulasi yang berkembang terkait upaya perusahaan dalam melakukan rescheduling fokus bisnis di pasar domestik. Hingga saat ini, manajemen menegaskan tidak ada informasi material yang dapat mengganggu keberlanjutan operasional maupun stabilitas harga saham yang perlu dilaporkan secara luar biasa.
Secara industri, langkah streamlining atau perampingan portofolio sebenarnya merupakan tren umum bagi perusahaan multinasional untuk menjaga profitabilitas. Rumor mengenai pelepasan Buavita sebelumnya dinilai sebagai strategi untuk mengalihkan sumber daya ke segmen yang memiliki margin lebih tebal. Namun, UNVR memilih untuk tetap mempertahankan aset tersebut sembari memantau dinamika pasar. Analis memproyeksikan bahwa perusahaan sedang berada dalam fase krusial untuk memperbaiki kinerja keuangan guna mengembalikan kepercayaan investor.
- Status Aset: Kepemilikan Buavita 100% masih di tangan UNVR.
- Legalitas: Belum ada penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA).
- Kinerja Saham (13/4): Berada di level Rp 1.910 per lembar (Turun 0,52%).
- Akumulasi YTD: Harga saham mengalami pelemahan signifikan sebesar 26,54%.
| Indikator | Kondisi Saat Ini | Status Isu |
|---|---|---|
| Lini Bisnis Jus | Operasional Normal | Isu Divestasi Dibantah |
| Harga Saham | Rp 1.910 | Tren Bearish (-26,54% YTD) |
| Keterbukaan Informasi | Tersedia (13 April 2026) | Sudah Terverifikasi |
Ke depan, pasar akan terus memantau apakah UNVR akan melakukan pivot strategi pada lini produk Home and Personal Care atau tetap mempertahankan sektor Food and Refreshment seperti Buavita. Dengan kondisi pasar yang dinamis, efisiensi operasional dan ketepatan alokasi modal akan menjadi kunci utama bagi Unilever Indonesia untuk keluar dari tekanan performa saham yang telah berlangsung sepanjang tahun 2026 ini.



