Dominasi NFT di Bitcoin, Ethereum, dan Arbitrum menunjukkan fenomena unik: ekonomi kreatif digital tetap bergerak meski diterpa badai geopolitik. Di saat pasar Bitcoin secara umum mengalami tekanan akibat kegagalan diplomasi AS-Iran (via Bitcoin Ethereum News), aset digital berbasis kelangkaan justru menunjukkan resiliensi yang menarik.
Lonjakan penjualan di jaringan Arbitrum mencerminkan pergeseran pengguna ke arah efisiensi biaya—sebuah tren yang mirip dengan keputusan KAI mengadopsi B40 untuk efisiensi operasional (via Tempo). Di sisi lain, dominasi Bitcoin Ordinals membuktikan bahwa "Digital Gold" kini telah berevolusi menjadi galeri seni global. Fenomena ini memberikan sinyal bagi Indonesia yang tengah memperkuat kerja sama ekonomi digital dengan Tiongkok (via Xinhua) bahwa infrastruktur blockchain bukan sekadar tentang mata uang, tetapi tentang ekosistem kepemilikan digital yang masif. Ketahanan sektor NFT di tengah kolapsnya negosiasi damai Timur Tengah membuktikan bahwa komunitas digital memiliki dinamika internal yang seringkali terlepas dari narasi konflik tradisional.
• Jaringan Teratas: Bitcoin (Ordinals), Ethereum, Arbitrum.
• Faktor Pendorong: Koleksi edisi terbatas dan komunitas Web3 yang loyal.
• Tren Arbitrum: Pertumbuhan transaksi NFT berbasis game dan utilitas sosial.
• Pesan Utama: "Di balik volatilitas harga, infrastruktur kepemilikan digital terus memperluas fondasinya."




