Transformasi Pasar Tematik Sidayu: Mendag Resmikan Pusat Ekonomi Berbasis Wisata dan Digital
Baca dalam 60 detik
- Revitalisasi Strategis: Pembangunan kembali Pasar Sidayu pasca-insiden kebakaran 2022 kini mengusung konsep pasar tematik yang memadukan cagar budaya dengan infrastruktur modern.
- Injeksi Dana Pusat: Proyek ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 senilai Rp25,8 miliar guna memfasilitasi 538 pedagang dalam ekosistem yang lebih higienis dan aman.
- Akselerasi Digital: Kemendag mendorong pedagang beralih ke transaksi online (e-commerce) untuk menjaga stabilitas omzet dan memperluas jangkauan pasar di era ekonomi digital.

Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Jumat (10/04), sebagai langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat fundamental ekonomi daerah melalui revitalisasi pasar rakyat yang modern dan terintegrasi.
Inisiatif revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan sebuah transformasi fungsional. Pasar Sidayu kini didesain dengan konsep unique selling point yang menggabungkan aktivitas perdagangan dengan pelestarian cagar budaya. Langkah ini selaras dengan tren industri ritel global yang mulai mengadopsi konsep pasar wisata untuk menarik minat konsumen lintas generasi. Dengan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp25,8 miliar, pasar ini diharapkan menjadi preseden bagi pembangunan pusat ekonomi di wilayah lain.
Secara teknis, infrastruktur baru ini mampu mengakomodasi hingga 538 pedagang dalam ruang yang jauh lebih tertata dibandingkan sebelumnya. Modernisasi fasilitas menjadi sorotan utama guna menjamin kenyamanan dan keamanan transaksi. Penempatan sistem pemantauan keamanan digital serta fasilitas penunjang sanitasi yang komprehensif menunjukkan pergeseran standar pasar rakyat menuju level profesional yang bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
- Kapasitas Penjual: Area terpadu untuk 538 pedagang lokal.
- Keamanan: Integrasi jaringan CCTV di seluruh titik strategis.
- Sanitasi Berkelanjutan: Pengoperasian TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk pengelolaan limbah pasar.
- Standar Niaga: Penyediaan Pos Ukur Ulang untuk menjamin akurasi timbangan dan perlindungan konsumen.
Selain aspek fisik, Kemendag menyoroti pentingnya digital mindset bagi para pelaku usaha mikro di pasar rakyat. Di tengah gempuran platform belanja daring, adaptasi teknologi dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk bertahan. Pemerintah memproyeksikan bahwa pasar rakyat yang sukses di masa depan adalah mereka yang mampu menjalankan strategi omnichannel—menjual secara fisik di los pasar sekaligus aktif di marketplace digital.
Berikut adalah komparasi standar operasional Pasar Sidayu sebelum dan sesudah proses transformasi:
| Fitur Operasional | Kondisi Pra-Revitalisasi | Standar Baru 2026 |
|---|---|---|
| Sistem Keamanan | Penjagaan Manual | Digital Monitoring (CCTV 24/7) |
| Pengolahan Limbah | Pembuangan Konvensional | Sistem TPS3R Terintegrasi |
| Metode Transaksi | Tunai (Cash Only) | Hybrid (Tunai & Digital Payment) |
| Status Bangunan | Pasar Rakyat Biasa | Pasar Tematik & Wisata Budaya |
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat akan difokuskan pada pemeliharaan aset dan pendampingan literasi keuangan digital. Keberhasilan Pasar Sidayu akan menjadi tolok ukur apakah model pasar tematik mampu secara konsisten mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjaga identitas sejarah lokal di tengah arus modernisasi.



