15 Balita di Buleleng Bali Terjangkit DBD, Satu Anak Dilaporkan Meninggal Dunia
Baca dalam 60 detik
- Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Bali, mencatat ada 15 balita yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada periode Januari hingga awal April 2026, dari total 109 kasus di wilayah tersebut.
- Kasus ini merenggut satu korban jiwa, yakni seorang anak perempuan berusia 4 tahun asal Kelurahan Banyuning yang meninggal dunia akibat Dengue Shock Syndrome (DSS).
- Pihak puskesmas segera menelusuri lingkungan tempat tinggal pasien dan kembali mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi mengutamakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng, Bali, melaporkan temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang cukup mengkhawatirkan pada kelompok anak-anak. Sepanjang periode Januari hingga awal April 2026, tercatat setidaknya 15 balita telah terjangkit penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.
Fakta Kunci Kasus DBD di Buleleng:
- Statistik Usia Balita: Dari total balita yang terjangkit, 5 kasus (4,6%) ditemukan pada bayi di bawah 1 tahun, sementara 10 kasus (9,2%) menjangkiti anak usia 1–4 tahun.
- Total Kasus Daerah: Secara keseluruhan, total kasus DBD di wilayah Buleleng mencapai 109 kasus dalam periode tersebut. Kelompok usia anak 5–14 tahun mendominasi kasus dengan persentase 33%.
- Satu Korban Jiwa: Seorang balita perempuan berusia 4 tahun asal Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami komplikasi fatal akibat DBD.
Kepala Puskesmas III Buleleng, dr. Siti Nurul Aisyah, mengonfirmasi bahwa balita malang yang meninggal tersebut menderita Dengue Shock Syndrome (DSS). DSS merupakan kondisi paling berat dari infeksi demam berdarah yang menyebabkan pasien mengalami syok akibat kebocoran plasma darah.
Kronologi Medis Korban Meninggal
| Tanggal | Perkembangan Kondisi & Penanganan Medis |
|---|---|
| Kamis, 2 April 2026 | Gejala awal mulai muncul pada korban berupa demam. |
| Jumat, 3 April 2026 | Pasien sempat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan diperbolehkan pulang usai menerima penanganan awal. |
| Sabtu, 4 April 2026 | Karena kondisi tak kunjung membaik, pasien menjalani pemeriksaan darah yang kemudian mengonfirmasi diagnosis positif DBD. |
| Senin, 6 April 2026 | Kondisi korban menurun drastis sehingga harus dirawat secara intensif di ruang ICU. Kadar trombositnya tercatat di angka 60.000 mcL. |
| Selasa, 7 April 2026 | Pada pagi hari, trombosit anjlok menjadi 30.000 mcL. Pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada hari yang sama. |
"Kalau ada kasus seperti ini, kami cek lingkungan, apakah ada genangan air atau jentik nyamuk. Kami rencanakan fogging, tapi yang utama tetap Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)," tegas dr. Siti Nurul Aisyah menanggapi insiden tersebut.
Pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan kembali mengingatkan masyarakat luas bahwa tindakan fogging atau pengasapan hanya efektif untuk membunuh nyamuk dewasa. Guna memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghentikan pertumbuhan jentik nyamuk melalui PSN adalah hal yang paling krusial.



