CNAF Bidik Market Recovery 2026: Strategi Ekspansi di Tengah Tantangan Multifinance
Baca dalam 60 detik
- Resiliensi Finansial: PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) sukses menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp9,25 triliun sepanjang 2025 meski industri otomotif global sedang mengalami kontraksi.
- Performa Positif: Perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,31% secara tahunan, dengan total aset kelolaan yang kini mencapai angka strategis Rp13,66 triliun.
- Fokus Strategis: Menatap 2026, CNAF memprioritaskan penguatan customer experience dan prinsip kehati-hatian (prudence) untuk mengamankan pangsa pasar di tengah fluktuasi geopolitik.

PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) memproyeksikan tren pemulihan bisnis yang lebih kuat pada tahun buku 2026 setelah berhasil melewati periode fluktuatif di tahun sebelumnya. Optimisme ini muncul di tengah dinamika industri otomotif yang masih dibayangi ketidakpastian makroekonomi global, di mana perusahaan berkomitmen memperkuat fundamental bisnis melalui digitalisasi layanan dan manajemen risiko yang ketat.
Presiden Direktur CNAF, Ristiawan, mengungkapkan bahwa tahun 2025 merupakan fase krusial bagi industri *multifinance*. Melemahnya daya beli dan gangguan rantai pasok otomotif sempat memberikan tekanan pada pasar pembiayaan nasional. Namun, CNAF dinilai mampu melakukan navigasi strategis dengan tetap mencatatkan kinerja positif, yang dibuktikan dengan pencapaian pangsa pasar (*market share*) pembiayaan kendaraan bermotor yang kini menyentuh angka 6,11%.
Keberhasilan CNAF mempertahankan pertumbuhan laba dan aset di tengah kontraksi pasar menunjukkan efektivitas strategi diversifikasi produk dan efisiensi operasional. Integrasi dengan ekosistem induk usaha serta optimalisasi kanal digital menjadi kunci utama dalam menjaga retensi nasabah. Ke depan, perusahaan menilai bahwa stabilitas ekonomi domestik akan menjadi motor penggerak utama bagi penyaluran kredit kendaraan bermotor, baik di segmen mobil baru maupun bekas.
- Penyaluran Baru: Merealisasikan pembiayaan sebesar Rp9,25 triliun.
- Pertumbuhan Pendapatan: Mencapai Rp2,23 triliun atau naik 9,31% (YoY).
- Profitabilitas: Membukukan laba bersih sebesar Rp322,75 miliar.
- Aset Kelolaan: Total aset yang dikelola tumbuh menjadi Rp13,66 triliun.
Meskipun optimis, CNAF tetap mewaspadai variabel eksternal seperti fluktuasi suku bunga dan kondisi geopolitik yang dapat memengaruhi harga kendaraan serta biaya dana (*cost of fund*). Oleh karena itu, pendekatan *selective growth* akan tetap diimplementasikan guna menjaga kualitas aset dan menekan angka pembiayaan bermasalah (NPF). Upaya peningkatan *customer experience* melalui kemudahan akses aplikasi dan kecepatan proses persetujuan diharapkan mampu menjadi pembeda di tengah kompetisi industri yang kian ketat.
| Indikator Keuangan | Capaian 2025 | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|
| Total Pendapatan | Rp2,23 Triliun | +9,31% |
| Total Aset Perusahaan | Rp11,46 Triliun | +6,04% |
| Pangsa Pasar | 6,11% | Stabil |
Memasuki sisa kuartal pertama 2026, CNAF diproyeksikan akan terus memperluas kemitraan strategis dengan dealer-dealer utama dan memperkuat pembiayaan kendaraan ramah lingkungan (EV). Transformasi model bisnis yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan perilaku konsumen diprediksi akan menjadi penentu dominasi CNAF dalam industri pembiayaan otomotif nasional di masa depan.



