Komnas HAM Papua Sebut Ada 5 Warga Sipil Meninggal dalam Kericuhan di Dogiyai
Baca dalam 60 detik
- Komnas HAM Papua mengungkapkan adanya 5 warga sipil dan 1 polisi yang meninggal dunia akibat kericuhan di Dogiyai pada 31 Maret 2026, dan akan melakukan verifikasi langsung ke lokasi.
- Pihak Kepolisian (Polres Dogiyai & Polda Papua Tengah) menyatakan belum menerima laporan terkait korban sipil dan saat ini sedang menelusuri kebenaran informasi tersebut.
- Fokus utama aparat keamanan saat ini adalah mengejar pelaku pembunuhan anggota Polri, membersihkan blokade jalan, dan menjaga situasi yang kini diklaim telah aman terkendali.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua menerima laporan bahwa kericuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah pada Selasa, 31 Maret 2026 lalu, tidak hanya memakan korban jiwa dari pihak kepolisian, tetapi juga dari kalangan warga sipil.
Fakta Terkait Kericuhan Dogiyai:
- Laporan Korban: Berdasarkan data sementara yang diterima Komnas HAM Papua, terdapat lima warga sipil dan satu anggota polisi yang meninggal dunia.
- Rencana Verifikasi: Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menyatakan pihaknya akan segera bertolak ke Dogiyai untuk memverifikasi secara langsung jumlah pasti korban sipil tersebut.
- Fokus Aparat: Kepolisian saat ini memprioritaskan pemulihan keamanan (kamtibmas) dan memburu pelaku pembunuhan anggota Polri.
Menanggapi klaim jumlah korban sipil, aparat kepolisian baik dari tingkat Polres maupun Polda menyatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut, mengingat belum adanya laporan resmi dari masyarakat setempat yang masuk ke pihak kepolisian.
"Untuk korban sipil akan kami telusuri, karena saat ini kami masih konsentrasi untuk kondusivitas Dogiyai melalui patroli gabungan TNI/Polri sambil bersihkan palang dan menyelidiki kasus anggota kami yang meninggal dunia," ungkap Kapolres Dogiyai, Kompol Mince Mayor.
Status Penanganan Terkini
| Instansi / Pihak | Fokus & Langkah Penanganan Saat Ini |
|---|---|
| Komnas HAM Papua | Pemberangkatan tim ke lokasi untuk verifikasi silang (cross-check) terkait data korban meninggal dari warga sipil. |
| Polres Dogiyai | Melakukan patroli gabungan TNI/Polri, pembersihan blokade (palang jalan), dan investigasi intensif kasus tewasnya aparat. |
| Polda Papua Tengah | Memastikan situasi sudah aman terkendali dan mengimbau warga agar tidak terprovokasi oleh isu liar. |
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jeremias Rontini, menegaskan bahwa situasi di Dogiyai kini sudah kembali kondusif. Ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat keamanan gabungan TNI-Polri dan tidak mudah terpancing provokasi.



