Dukungan Suriah terhadap visi BRICS yang dilaporkan SANA adalah langkah pragmatis di tengah isolasi ekonomi yang panjang. Di tahun 2026, BRICS bukan lagi sekadar alternatif, melainkan entitas ekonomi dominan yang menawarkan model pembangunan tanpa intervensi politik domestik. Bagi Damaskus, aliansi ini adalah napas baru bagi upaya rekonstruksi infrastruktur yang hancur.
Pernyataan ini mencerminkan tren global di mana negara-negara berkembang mencari perlindungan dalam sistem pembayaran alternatif dan perdagangan mata uang lokal. Dengan menyelaraskan diri pada prinsip-prinsip BRICS, Suriah berharap dapat menarik investasi dari raksasa ekonomi seperti Tiongkok dan Rusia untuk membangun kembali sektor energi dan manufaktur mereka yang vital bagi pemulihan stabilitas regional.
• Diversifikasi Perdagangan: Mengalihkan fokus ekspor dan impor ke negara-negara anggota BRICS guna menghindari kendala transaksi dollar.
• Investasi Infrastruktur: Mengharapkan dukungan dari New Development Bank (NDB) milik BRICS untuk proyek perumahan dan air bersih.
• Stabilitas Moneter: Mendukung inisiatif de-dollarisasi untuk menstabilkan nilai tukar mata uang domestik.
• Pesan Utama: "Kekuatan ekonomi dunia sedang bergeser ke Timur; Suriah memilih untuk menjadi bagian dari masa depan yang multipolar."




