Tempe Go Global: RI Bidik Pasar Latin Lewat Kesepakatan Distribusi Strategis di Chile
Baca dalam 60 detik
- Ekspansi Market Baru: Produk tempe Indonesia resmi mempenetrasi pasar Amerika Latin pasca penandatanganan kontrak distribusi senilai US$125.000 antara PT Azaki Food International dan OM SpA di Santiago.
- Optimalisasi IC-CEPA: Kesepakatan ini menjadi bukti nyata pemanfaatan perjanjian perdagangan bilateral Indonesia–Chile untuk mengeliminasi hambatan ekspor dan memperkuat posisi plant-based food nusantara di kancah internasional.
- Sentimen Gaya Hidup: Tingginya permintaan Chile terhadap alternatif protein sehat senilai US$8 miliar per tahun menjadi celah strategis bagi komoditas pangan olahan Indonesia untuk melakukan scale up secara regional.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mengonfirmasi keberhasilan produk tempe nasional menembus pasar Amerika Latin melalui kesepakatan distribusi perdana di Chile pada awal April 2026. Langkah agresif ini menandai babak baru dalam strategi ekspor pangan global Indonesia, memanfaatkan momentum tren gaya hidup sehat yang tengah melanda kawasan tersebut.
Kolaborasi strategis ini diformalisasi melalui nota kesepahaman (MoU) antara eksportir nasional PT Azaki Food International dengan distributor lokal Chile, OM SpA. Proses *deal* yang difasilitasi oleh Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago ini merupakan hasil dari follow-up intensif pasca pameran Espacio Food & Service tahun lalu. Pemerintah menilai capaian ini sebagai implementasi konkret dari Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) yang dirancang untuk memperlancar arus barang dan jasa antar kedua negara.
- Nilai Kontrak Awal: US$125.000 (Sektor Pangan Olahan).
- Total Perdagangan 2025: Mencapai US$535,5 Juta.
- Surplus Indonesia: Mengantongi US$347,5 Juta di tahun buku 2025.
- Target Market: Chile sebagai hub utama distribusi ke seluruh Amerika Latin.
Chile saat ini mengimpor lebih dari US$8 miliar produk pangan setiap tahunnya, dengan preferensi konsumen yang mulai beralih ke makanan berbasis nabati (*plant-based*). Tempe, sebagai sumber protein tradisional Indonesia, dinilai memiliki keunggulan kompetitif untuk memenangkan duel pasar dengan produk protein alternatif lainnya. Selain aspek kesehatan, kesepakatan ini juga mencakup manajemen merek, kepatuhan regulasi pangan lokal, serta pengembangan jaringan distribusi ritel yang lebih luas di wilayah Santiago dan sekitarnya.
Ke depan, ITPC Santiago memproyeksikan penetrasi pasar akan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada peningkatan visibilitas produk di rak-rak supermarket premium. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan bagi pelaku usaha mikro hingga besar agar mampu memenuhi standar regulasi impor yang ketat di Chile. Dengan surplus perdagangan yang terus meningkat, hubungan bilateral ini diharapkan menjadi model sukses bagi kerja sama ekonomi serupa di wilayah Pasifik lainnya.
| Indikator Perdagangan (2025) | Nilai (US$ Juta) | Status |
|---|---|---|
| Total Ekspor Indonesia ke Chile | 441,5 | Surplus |
| Total Impor dari Chile | 94,0 | Defisit |
| Total Nilai Perdagangan | 535,5 | Tumbuh |
Menatap sisa tahun 2026, akselerasi ekspor pangan olahan diproyeksikan tetap menjadi prioritas nasional guna memperkuat cadangan devisa. Keberhasilan penetrasi tempe di Chile diharapkan memicu efek domino bagi produk komoditas lain seperti bumbu instan dan kopi spesialti. Fokus pada inovasi kemasan dan standarisasi internasional akan menjadi penentu keberlanjutan produk Indonesia di tengah persaingan global yang kian kompetitif.



