Restrukturisasi Membuahkan Hasil: WIKA Amankan Kontrak Baru Rp17,46 Triliun dan Pangkas Utang Signifikan
Baca dalam 60 detik
- Performance Update: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sukses membukukan kontrak baru senilai Rp17,46 triliun sepanjang 2025, memperkuat total kontrak berjalan (order book) menjadi Rp50,52 triliun.
- Margin Expansion: Efisiensi operasional pada lini bisnis infrastruktur dan EPCC mendorong kenaikan Gross Profit Margin (GPM) menjadi 8,5%, dengan raihan EBITDA operasi positif sebesar Rp426,52 miliar.
- Financial Deleveraging: Emiten konstruksi pelat merah ini berhasil melakukan penyehatan neraca dengan menurunkan utang usaha sebesar 29,5% dan memangkas nilai piutang hingga Rp1,89 triliun.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) resmi merilis laporan keuangan tahun buku 2025 dengan menunjukkan sinyal pemulihan fundamental yang kuat di tengah proses restrukturisasi intensif. Perusahaan berhasil mengantongi kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun, yang secara langsung mengerek total nilai kontrak berjalan menjadi Rp50,52 triliun sekaligus mencatatkan total penjualan menembus angka Rp20,45 triliun.
Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan strategi operation excellence yang diterapkan manajemen pada proyek-proyek strategis. Fokus WIKA pada sektor inti, yakni infrastruktur, gedung, dan EPCC (Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning), terbukti efektif meningkatkan profitabilitas. Hal ini terlihat dari kenaikan margin laba kotor (*Gross Profit Margin*) dari 7,9% pada tahun sebelumnya menjadi 8,5% di tahun 2025. Perbaikan margin ini menjadi indikator vital bahwa efisiensi biaya proyek mulai berada pada jalur yang tepat.
- Kontrak Baru: Rp17,46 Triliun.
- Penjualan Total: Rp20,45 Triliun (KSO & Non-KSO).
- EBITDA Operasi: Positif Rp426,52 Miliar.
- Reduksi Piutang: Turun 29,2% menjadi Rp4,58 Triliun.
- Debt Reduction: Utang usaha turun 29,5%; Utang berbunga turun 5,9%.
Dari sisi struktur permodalan, WIKA menunjukkan komitmen dalam menekan liabilitas. Perusahaan mencatatkan penurunan utang usaha sebesar Rp1,79 triliun dan utang berbunga sebesar Rp2,08 triliun. Langkah penyehatan ini dibarengi dengan percepatan penagihan piutang melalui delapan stream penyehatan keuangan, yang berhasil menurunkan nilai piutang secara signifikan sebesar Rp1,89 triliun. Strategi ini sangat krusial untuk menjaga keseimbangan arus kas (*cash flow*) di tengah tekanan industri konstruksi nasional yang masih kompetitif.
Transformasi keuangan WIKA juga melibatkan proses mediasi hukum untuk penyelesaian piutang yang macet, yang secara efektif menurunkan nilai pekerjaan dalam proses konstruksi sebesar 34,6%. Menghadapi tantangan tahun depan, manajemen tetap optimis melalui rencana divestasi aset yang belum memberikan kontribusi laba optimal serta restrukturisasi komprehensif atas beban keuangan penugasan pemerintah. Sinergi dengan kreditur dan pemegang saham mayoritas tetap menjadi prioritas untuk menjaga momentum penyehatan ini.
| Metrik Keuangan | Realisasi 2025 | Pertumbuhan/Status |
|---|---|---|
| Gross Profit Margin (GPM) | 8,5% | Naik 0,6% YoY |
| Penurunan Utang Usaha | Rp1,79 Triliun | Turun 29,5% |
| EBITDA Operasional | Rp426,52 Miliar | Positif |
Menatap masa depan, WIKA diproyeksikan akan lebih selektif dalam memilih proyek baru dengan fokus pada cash collection dan margin yang sehat. Langkah divestasi aset strategis diharapkan mampu memberikan likuiditas tambahan guna mempercepat pemulihan neraca. Dukungan dari para stakeholder, mulai dari perbankan hingga mitra kerja, akan menjadi penentu keberhasilan WIKA dalam menyelesaikan fase restrukturisasi dan kembali menjadi pemain utama yang sehat di industri infrastruktur tanah air.



