Merchandise "Careless" Terbaru BTS Tuai Kritik: Tulisan di Tas Lightstick Berisiko Jerat Fans dalam Masalah Hukum
Baca dalam 60 detik
- Merchandise tas lightstick BTS terbaru menuai kecaman karena menyertakan tulisan "This is not a bomb".
- Penggemar memperingatkan risiko penahanan atau interogasi oleh pihak keamanan bandara dan imigrasi bagi pemegang tas tersebut.
- Desain ini dianggap ceroboh, tidak praktis untuk dibawa ke konser, dan berpotensi menjebak penggemar dalam masalah hukum serius.

Peluncuran koleksi merchandise terbaru BTS yang mendampingi album studio kelima mereka, Arirang, mendadak memicu kontroversi di kalangan penggemar global. Salah satu produk berupa tas penyimpanan lightstick berwarna hijau kini menjadi sasaran kritik tajam karena dinilai memiliki desain yang ceroboh dan berpotensi membahayakan keselamatan hukum para penggunanya.
Pemicu utama kemarahan publik adalah penyertaan slogan provokatif bertuliskan "This is not a bomb" (Ini bukan bom) pada bagian luar tas tersebut. Meskipun sebagian kecil penggemar menganggapnya sebagai bentuk lelucon desain yang ironis, mayoritas komunitas ARMY menyuarakan kekhawatiran serius mengenai implikasi keamanan nyata yang dapat ditimbulkan saat tas tersebut dibawa ke area publik yang sensitif.
- Area Berisiko Tinggi: Penggunaan tas di bandara, stasiun, atau pos pemeriksaan keamanan dapat memicu alarm bahaya.
- Potensi Jeratan Hukum: Pesan yang merujuk pada bahan peledak, meski bersifat menyangkal, dapat menyebabkan interogasi intensif hingga penahanan oleh pihak berwenang.
- Ketidakpraktisan Konser: Tas tersebut diprediksi akan dilarang masuk ke banyak venue konser karena melanggar protokol keamanan ketat.
- Kritik Manajemen: HYBE dan BigHit Music dinilai kurang peka terhadap realitas keamanan global dalam proses desain produk.
Beberapa pakar keamanan internasional menegaskan bahwa di banyak negara, membawa barang dengan pesan yang mengandung kata "bom" di area transportasi publik bukan sekadar lelucon, melainkan pelanggaran serius terhadap ketertiban umum. Penggemar khawatir bahwa loyalitas mereka terhadap grup justru akan berujung pada catatan kriminal atau penolakan masuk di pintu imigrasi akibat kecerobohan desain ini.
Kritikan ini menambah daftar panjang keluhan penggemar terhadap kualitas dan konsep merchandise agensi yang dianggap semakin mengabaikan aspek fungsionalitas dan keamanan demi estetika semata. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak agensi mengenai kemungkinan penarikan produk atau perubahan desain untuk meredam kekhawatiran para pengikut setianya.
Seiring dengan dimulainya tur dunia pasca-comeback, para penggemar saling memperingatkan di media sosial untuk berhati-hati dalam menggunakan produk tersebut. Situasi ini menjadi pengingat penting bagi industri hiburan bahwa kreativitas produk harus tetap selaras dengan hukum dan norma keamanan yang berlaku secara universal di berbagai belahan dunia.



