INTERNASIONALISASI QRIS: INDONESIA-KOREA SELATAN RESMI JALIN KONEKTIVITAS PEMBAYARAN LINTAS NEGARA
Baca dalam 60 detik
- Ekspansi Koridor Global: Bank Indonesia (BI) memperluas ekosistem QRIS Cross-Border ke Korea Selatan, menyusul kesuksesan implementasi di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
- Akselerasi Digitalisasi: Kerja sama ini menjadi salah satu integrasi tercepat dalam sejarah sistem pembayaran lintas negara, yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi transaksi wisatawan dan pelaku UMKM.
- Visi BSPI 2030: Langkah strategis ini memperkuat pilar internasionalisasi dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 guna menjaga kedaulatan moneter sekaligus efisiensi biaya transaksi global.

Bank Indonesia secara resmi mengintegrasikan sistem pembayaran QR Code Indonesian Standard (QRIS) dengan infrastruktur keuangan Korea Selatan pada Rabu (1/4/2026), sebuah langkah krusial yang menandai percepatan digitalisasi finansial antarnegara guna mendukung sektor pariwisata dan perdagangan bilateral.
Peluncuran QRIS cross-border Indonesia–Korea Selatan mencerminkan keberhasilan diplomasi finansial antara Bank Indonesia dan Bank of Korea. Inisiatif ini tidak hanya sekadar inovasi teknologi, melainkan instrumen strategis untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih cepat, murah, transparan, dan andal. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyoroti bahwa proses penyelarasan teknis dan regulasi dengan otoritas Korea Selatan berlangsung sangat progresif, menjadikannya salah satu implementasi tercepat dibandingkan dengan koridor negara mitra lainnya. Hal ini menunjukkan kesiapan infrastruktur digital Indonesia dalam mengadopsi standar global yang interoperabel.
Secara makro, kebijakan ini merupakan perwujudan dari dua pilar utama Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030: Inovasi dan Internasionalisasi. Dari sisi inovasi, penggunaan QRIS lintas negara memangkas rantai konversi mata uang manual yang seringkali membebani pengguna dengan biaya tinggi. Sementara dari sisi internasionalisasi, BI memproyeksikan penguatan kedaulatan rupiah melalui mekanisme Local Currency Settlement (LCS) yang terintegrasi dalam sistem pembayaran tersebut. Transformasi ini diharapkan mampu meminimalisir ketergantungan pada mata uang global tertentu dalam transaksi ritel lintas batas.
- Total Koridor Aktif: Korea Selatan menjadi negara ke-5 yang terintegrasi penuh dengan QRIS (setelah Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang).
- Target Pengguna: Jutaan wisatawan mancanegara dan pelaku UMKM yang kini dapat bertransaksi langsung tanpa tukar valas fisik.
- Efisiensi Transaksi: Reduksi biaya transaksi melalui penghapusan margin perantara valuta asing tradisional.
- Keamanan: Standarisasi enkripsi data mengikuti protokol keamanan siber internasional yang ketat.
Integrasi ini diprediksi akan memberikan dampak instan pada sektor pariwisata. Wisatawan Indonesia di Seoul maupun wisatawan Korea Selatan di Bali kini dapat melakukan pembayaran ritel hanya dengan memindai kode QR melalui aplikasi perbankan atau dompet digital masing-masing. Di sisi lain, UMKM Indonesia mendapatkan akses pasar yang lebih luas karena kemudahan sistem pembayaran bagi turis asing. Fenomena ini menciptakan standarisasi transaksi yang mendorong inklusi keuangan di kedua negara, sekaligus memperkuat posisi QRIS sebagai tulang punggung sistem pembayaran ritel nasional yang kini berekspansi ke level global.
Berikut adalah komparasi kapabilitas QRIS lintas negara dalam ekosistem pembayaran saat ini:
| Fitur Konektivitas | QRIS Domestik | QRIS Cross-Border (Korea Selatan) |
|---|---|---|
| Mekanisme Kurs | Rupiah (Single Currency) | Konversi Real-time (LCS Framework) |
| Biaya Transaksi | Skema MDR Standar | Efisiensi Biaya Konversi Valas |
| Kecepatan Settlement | Instan (Real-time) | Instan (Real-time Cross-border) |
| Aksesibilitas | Seluruh Merchant Nasional | Merchant Terpilih di Koridor Mitra |
Memasuki sisa tahun 2026, Bank Indonesia diproyeksikan akan terus memperluas jaringan konektivitas ini ke negara-negara di kawasan Asia Timur dan Eropa lainnya. Fokus ke depan tidak hanya terbatas pada transaksi ritel, tetapi juga eksplorasi interkoneksi sistem pembayaran nilai besar. Dengan semakin luasnya adopsi QRIS di mancanegara, Indonesia memposisikan diri sebagai pemimpin dalam inovasi sistem pembayaran ritel di kawasan ASEAN dan global, sekaligus memperkokoh arsitektur keuangan digital yang inklusif dan terintegrasi penuh dengan pasar internasional.



