Mandiri Akselerasi KUR Rp7,35 Triliun, Perkuat Pembiayaan Closed-Loop dan Integrasi Rantai Pasok UMKM
Baca dalam 60 detik
- Ekspansi Agresif: Bank Mandiri sukses menyalurkan KUR senilai Rp7,35 triliun per Februari 2026, mencapai 17,92% dari target tahunan sebesar Rp41 triliun dengan rasio NPL terjaga di bawah 1%.
- Strategi Closed-Loop: Melalui skema ekosistem, perseroan mengintegrasikan debitur UMKM langsung ke dalam rantai nilai nasabah wholesale untuk menjamin ketepatan sasaran dan efisiensi pembiayaan.
- Mandat Regulasi: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK Nomor 19 Tahun 2025 mewajibkan lembaga keuangan mempercepat supply chain financing guna mengoneksikan pelaku usaha kecil dengan korporasi besar.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkokoh dominasinya di pasar pembiayaan mikro dengan mengandalkan skema kredit berbasis ekosistem guna memacu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih terukur dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi awal 2026.
Hingga periode Februari 2026, emiten bersandi saham BMRI ini telah mendistribusikan modal kerja kepada lebih dari 59 ribu pelaku UMKM. Strategi utama yang diusung adalah pendekatan *closed-loop*, sebuah sistem yang menyinergikan nasabah korporasi (*wholesale*) dengan mitra pemasok atau distributor berskala kecil. Langkah ini diproyeksikan mampu memitigasi risiko kredit macet sekaligus memastikan bahwa dana yang disalurkan benar-benar digunakan untuk aktivitas produktif yang memiliki kepastian pasar (*offtaker*).
- Total Realisasi: Rp7,35 Triliun (17,92% dari pagu Rp41 Triliun).
- Sektor Produksi: Mendominasi porsi 61,83% (Rp4,54 Triliun).
- Sektor Unggulan: Pertanian (Rp2,21 Triliun) dan Jasa Produksi (Rp1,65 Triliun).
- Kualitas Aset: Rasio NPL sangat sehat di level < 1%.
Optimalisasi penyaluran ini dilakukan saat industri perbankan menghadapi tantangan penurunan kredit UMKM secara nasional sebesar 0,53% pada awal tahun. Menanggapi fenomena tersebut, Bank Mandiri memperluas venue layanan melalui jaringan Mandiri Agen untuk mendorong inklusi di wilayah rural. Melalui kanal Laku Pandai ini, debitur dapat melakukan update transaksi harian hingga pembayaran angsuran tanpa harus mendatangi kantor cabang, sehingga efisiensi operasional tetap terjaga bagi kedua belah pihak.
Di sisi regulasi, OJK kian gencar mendorong integrasi UMKM ke dalam *supply chain* global dan domestik. Kehadiran POJK Nomor 19 Tahun 2025 menjadi payung hukum yang mewajibkan bank menyediakan akses pembiayaan yang lebih terjangkau dan inklusif. Penilaian regulator menyoroti bahwa keterhubungan antara usaha kecil dan perusahaan besar adalah kunci untuk menaikkan skala usaha (scaling up). Persaingan atau duel antar bank di segmen ini diprediksi akan semakin ketat, beralih dari sekadar adu bunga menjadi adu kecanggihan platform digital rantai pasok.
| Sektor Kontributor KUR | Nilai (Rp) | Persentase |
|---|---|---|
| Pertanian | 2,21 Triliun | 30,06% |
| Jasa Produksi | 1,65 Triliun | 22,44% |
| Industri Pengolahan | 568 Miliar | 7,72% |
Ke depan, efektivitas penyerapan KUR akan sangat bergantung pada sinkronisasi literasi digital dan pendampingan usaha secara kontinu. Dengan target penyaluran sisa plafon yang masih besar, Bank Mandiri diproyeksikan akan melakukan reschedule sejumlah program edukasi guna memastikan UMKM tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga kapasitas manajerial yang mumpuni. Fokus pada integrasi rantai pasok diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi ketidakpastian pasar global.



