Lazada & KemenUMKM Dorong Digital Pivot: Strategi UMKM Medan Tembus Market Eksponensial
Baca dalam 60 detik
- Sinergi Strategis: Kolaborasi antara Lazada Indonesia, Kementerian UMKM, dan Pemkot Medan menginisiasi program "UMKM Bangkit" untuk mengikis hambatan teknis operasional pelaku usaha lokal.
- Urgensi Digitalisasi: Transformasi ke ekosistem daring bukan lagi sekadar alternatif, melainkan instrumen fundamental untuk menjaga relevansi bisnis di tengah kompetisi pasar yang semakin terfragmentasi.
- Peningkatan Kapasitas: Pelatihan difokuskan pada aspek krusial seperti manajemen etalase digital, optimasi visual konten produk, serta penguasaan algoritma promosi untuk memacu volume penjualan

Lazada Indonesia bersama Kementerian UMKM resmi meluncurkan inisiatif pelatihan intensif di Kota Medan pada Senin (29/3/2026) guna mengakselerasi penetrasi digital bagi pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala masalah perencanaan dan pemasaran konvensional.
Langkah kolaboratif ini menyoroti pergeseran paradigma dalam dunia usaha, di mana adopsi teknologi menjadi penentu utama daya saing. Di era pasca-pandemi yang serba cepat, sektor UMKM dituntut untuk melakukan update model bisnis dari offline-first menuju digital-centric. Strategi ini dinilai krusial untuk mengatasi stagnasi omzet yang sering kali disebabkan oleh keterbatasan jangkauan geografis dan manajemen stok yang masih manual.
- Optimasi Visual: Pembuatan konten foto produk berkualitas tinggi untuk meningkatkan click-through rate (CTR).
- Market Expansion: Pemanfaatan ekosistem e-commerce untuk menjangkau konsumen di luar wilayah regional.
- Sustainabilitas: Memastikan pertumbuhan jangka panjang melalui pengelolaan toko online yang profesional dan responsif.
- Literasi Digital: Edukasi mengenai algoritma promosi dan ads placement di dalam platform.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menilai bahwa keberanian untuk melakukan pivot ke platform digital adalah langkah awal bagi UMKM untuk "naik kelas". Sementara itu, pihak kementerian menegaskan bahwa digitalisasi adalah kebutuhan mendesak (urgency) untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. Dengan dukungan infrastruktur dari marketplace besar, hambatan masuk (barrier to entry) bagi pengusaha kecil diharapkan dapat terpangkas secara signifikan.
| Aspek Pengembangan | Metode Tradisional | Target Era Digital |
|---|---|---|
| Pemasaran | Word of mouth / Lokal | Ads targeting / Nasional |
| Branding | Kemasan Sederhana | Visual Konten & Storytelling |
| Manajemen | Pencatatan Manual | Dashboard Toko Terintegrasi |
Ke depan, keberhasilan program ini akan diukur dari seberapa konsisten pelaku UMKM dalam mengelola insight data yang disediakan oleh platform digital. Pemerintah memproyeksikan bahwa integrasi UMKM ke rantai pasok digital akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang lebih inklusif, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat identitas produk lokal di kancah nasional maupun global.



