Shirine Khoury-Haq Mundur Sebagai CEO Co-op Usai Sukses Transformasi Bisnis dan Atasi Serangan Siber Besar
Baca dalam 60 detik
- Pengunduran Diri: Shirine Khoury-Haq secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Grup Co-op.
- Warisan Transformasi: Selama masa jabatannya sejak 2022, ia sukses melakukan restrukturisasi finansial, mengurangi utang, dan mendongkrak keanggotaan grup hingga 5 juta orang.
- Penanganan Krisis: Salah satu pencapaian terbesarnya adalah memandu perusahaan melewati dan memulihkan diri dari serangan siber masif pada tahun 2025.

Grup ritel raksasa asal Inggris, Co-op Group, mengumumkan pengunduran diri Shirine Khoury-Haq dari jabatan Chief Executive Officer (CEO). Kepergian Khoury-Haq menandai akhir dari masa kepemimpinan transformatif yang sukses memandu perusahaan melewati berbagai tantangan krusial.
Khoury-Haq, yang mulai menjabat sebagai CEO pada Mei 2022, akan meninggalkan organisasi ini setelah mengabdikan diri selama lebih dari empat tahun di berbagai posisi eksekutif. Sebelumnya, ia sempat menjabat sebagai Direktur Keuangan (CFO) dan CEO divisi Life Services. Selama masa jabatannya, ia dikenal atas perannya yang vital dalam menstabilkan neraca keuangan grup, serta memimpin restrukturisasi besar-besaran yang mencakup perombakan portofolio bisnis dan pengurangan utang perusahaan secara signifikan.
- Transformasi Bisnis: Memimpin stabilisasi finansial, restrukturisasi portofolio, dan penurunan beban utang grup.
- Keanggotaan: Berhasil mendorong pertumbuhan jumlah keanggotaan (membership) Co-op hingga mencapai 5 juta anggota.
- Mitigasi Krisis Siber: Sukses memandu dan memulihkan operasi perusahaan secara tangguh usai dihantam serangan siber berskala besar pada tahun 2025.
- Transisi Kepemimpinan: Rachel Izzard (CFO saat ini) akan mengisi posisi sebagai CEO sementara (Interim CEO) sambil grup mencari penerus permanen.
Salah satu ujian terbesar yang dihadapi Khoury-Haq adalah serangan siber masif yang melumpuhkan sebagian besar sistem operasional Co-op pada tahun 2025 lalu. Berkat kepemimpinannya yang sigap dan strategis, perusahaan berhasil memulihkan layanan dengan kerugian yang diminimalisasi, sebuah pencapaian yang mendapat apresiasi luas dari dewan direksi maupun industri ritel secara umum.
Pimpinan Dewan Co-op, Debbie White, turut memuji dedikasi Khoury-Haq. Ia menegaskan bahwa kepergian sang CEO meninggalkan perusahaan dalam posisi yang jauh lebih kuat dibandingkan saat ia pertama kali mengambil alih kemudi. Selama masa transisi, Rachel Izzard diharapkan mampu menjaga momentum positif yang telah terbangun, terutama dalam mempertahankan pertumbuhan keanggotaan dan stabilitas pasokan ritel.
| Restrukturisasi Kepemimpinan Co-op | Status Peran |
|---|---|
| Shirine Khoury-Haq | Mengundurkan diri sebagai CEO |
| Rachel Izzard | Ditunjuk sebagai CEO Sementara (Interim) |
Pengunduran diri ini menyoroti tren rotasi eksekutif di perusahaan ritel Inggris yang semakin dinamis. Co-op kini dihadapkan pada tugas krusial untuk menemukan sosok nakhoda baru yang tak hanya mampu meneruskan warisan stabilisasi Khoury-Haq, tetapi juga membawa inovasi untuk memenangkan persaingan ritel yang kian sengit.



