Kritik Pedas Kevin O'Leary: Sebut Chip Intel Hasil Subsidi Pemerintah Tak Layak untuk Robot
Baca dalam 60 detik
- Investor Kevin O'Leary mengkritik keras penggunaan chip Intel yang disubsidi pemerintah di dalam sistem robotika setelah sebuah video malfungsi robot menjadi viral di internet.
- O'Leary menyatakan bahwa pendanaan pemerintah untuk Intel seharusnya tidak pernah dilakukan dan menyarankan agar setiap robot dilengkapi dengan tombol pemutus darurat manual untuk mencegah kecelakaan.
- Di sisi lain persaingan robot humanoid terus memanas dengan Tesla dan Xiaomi yang semakin agresif dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam proses manufaktur dan rumah tangga secara mandiri.

Investor ternama dan bintang "Shark Tank", Kevin O'Leary, melontarkan kritik tajam terhadap Intel Corp. menyusul insiden malfungsi sebuah robot yang menjadi viral di media sosial.
Melansir laporan Snigdha Gairola dari Benzinga pada Selasa (24/3/2026), pria yang akrab disapa "Mr. Wonderful" ini menggunakan platform X untuk menanggapi video kegagalan fungsi robot di dekat nampan kentang goreng. O'Leary secara terang-terangan menyalahkan penggunaan chip Intel yang disubsidi pemerintah sebagai penyebab kegagalan tersebut, menyebutnya sebagai teknologi yang tidak didukung dengan baik.
O'Leary bahkan menyarankan perlunya mekanisme "kill switch" fisik pada robot, seperti menarik salah satu matanya untuk menghentikan operasional secara instan demi keamanan. Kritik ini muncul di tengah persaingan ketat pengembangan robot humanoid global, di mana perusahaan seperti Tesla, Xiaomi, hingga Figure AI (yang didukung Nvidia) terus berlomba mengintegrasikan kecerdasan buatan (AGI) ke dalam bentuk fisik yang otonom.
- Malfungsi Robot: Sebuah video viral menunjukkan sistem robot gagal merespons kondisi lingkungan dengan benar.
- Kecaman Subsidi: O'Leary menentang pendanaan pemerintah untuk Intel (CHIPS Act), mengklaim produknya berisiko tinggi untuk sistem robotika.
- Usulan Keamanan: Menyarankan desain robot harus memiliki pemutus arus darurat yang mudah diakses secara fisik.
Sementara O'Leary mengkritik Intel, kompetitor seperti Xiaomi justru melaporkan keberhasilan robot humanoid mereka yang mampu beroperasi otonom selama tiga jam di pabrik perakitan EV dengan tingkat keberhasilan 90,2%. Berikut adalah peta persaingan robotika AI saat ini:
| Perusahaan | Status Proyek | Fokus Utama |
|---|---|---|
| Tesla | Pengembangan Optimus | Embodiment AGI dalam bentuk humanoid. |
| Xiaomi | Implementasi Pabrik | Otomatisasi lini produksi perakitan mobil listrik. |
| Intel | Kritik Malfungsi | Penyediaan chip untuk berbagai sistem otonom. |



