Peringatan Kritis: Kerentanan Telnet Izinkan Eksekusi Kode Jarak Jauh dengan Hak Akses Root
Baca dalam 60 detik
- Kerentanan kritis ditemukan pada protokol Telnet yang memungkinkan peretas menjalankan perintah berbahaya dengan hak akses root tanpa perlu masuk menggunakan kata sandi.
- Celah ini sangat berbahaya bagi perangkat lama atau sistem IoT yang masih mengandalkan Telnet, karena penyerang dapat mengambil alih kendali penuh server dari jarak jauh melalui port 23.
- Para ahli keamanan sangat menyarankan administrator jaringan untuk segera mematikan layanan Telnet dan bermigrasi ke protokol SSH yang jauh lebih aman dan terenkripsi.

Meskipun sudah dianggap sebagai protokol usang, Telnet kembali membawa kabar buruk bagi keamanan infrastruktur digital. Sebuah kerentanan baru ditemukan pada implementasi Telnet tertentu yang memungkinkan penyerang mengambil alih kendali penuh server sebagai root.
Melansir analisis dari CSO Online pada Senin (23/3/2026), celah keamanan ini terletak pada mekanisme penanganan opsi terminal yang cacat dalam daemon Telnet (telnetd). Penyerang jarak jauh dapat mengirimkan paket data yang dimanipulasi secara khusus untuk memicu buffer overflow, yang pada akhirnya memberikan akses eksekusi kode jarak jauh (RCE) dengan hak istimewa tertinggi di sistem operasi berbasis Linux dan Unix.
Eksploitasi ini sangat berbahaya bagi perangkat warisan (legacy devices), peralatan industri, dan sistem IoT yang masih mengandalkan Telnet untuk manajemen jarak jauh. Karena serangan ini terjadi sebelum proses autentikasi selesai, penyerang tidak memerlukan nama pengguna atau kata sandi untuk menyusup. Para pakar mendesak administrator untuk segera menonaktifkan layanan Telnet dan beralih ke SSH (Secure Shell).
- Dampak Utama: Eksekusi kode jarak jauh (RCE) dengan hak akses root tanpa autentikasi.
- Target Rentan: Server Linux/Unix lama, perangkat jaringan IoT, dan sistem kontrol industri yang masih mengaktifkan telnetd.
- Tindakan Mitigasi: Tutup port 23 segera, gunakan firewall untuk membatasi akses, dan migrasikan seluruh manajemen jarak jauh ke protokol SSH.
Mengingat minat Anda pada administrasi server dan penggunaan sistem seperti OpenMediaVault atau Proxmox, sangat penting untuk memastikan tidak ada layanan Telnet yang aktif secara tidak sengaja di kontainer atau VM Anda. Berikut perbandingan tingkat risiko Telnet dibanding SSH:
| Fitur Keamanan | Telnet (Port 23) | SSH (Port 22) |
|---|---|---|
| Enkripsi Data | Tidak Ada (Plaintext) | Enkripsi Kuat (AES) |
| Ketahanan RCE | Sangat Rendah | Tinggi |
| Status Protokol | Usang (Deprecated) | Standar Industri Modern |



