Studi Terbaru: Ukuran Lingkar Pinggang Lebih Akurat Prediksi Gagal Jantung Dibanding BMI
Baca dalam 60 detik
- Sebuah penelitian medis terbaru menyatakan bahwa ukuran lingkar pinggang merupakan indikator risiko gagal jantung yang lebih akurat dibandingkan dengan angka Indeks Massa Tubuh (BMI).
- Lemak yang menumpuk di sekitar perut (obesitas sentral) memicu peradangan sistemik yang merusak fungsi jantung, bahkan pada orang yang memiliki berat badan normal sekalipun.
- Para ahli menyarankan masyarakat untuk lebih memperhatikan distribusi lemak tubuh dan mulai rutin berolahraga kombinasi (beban dan aerobik) guna mengurangi lemak visceral yang berbahaya bagi organ dalam.

Selama ini, Indeks Massa Tubuh (BMI) sering dijadikan acuan utama untuk mengukur kesehatan berat badan. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ukuran lingkar pinggang sebenarnya merupakan indikator yang jauh lebih kuat untuk memprediksi risiko gagal jantung.
Melansir laporan Medical News Today pada Minggu (22/3/2026), studi yang dipresentasikan dalam sesi ilmiah American Heart Association ini menyoroti bahaya obesitas sentral atau lemak perut. Peneliti menemukan bahwa lemak visceral—lemak yang tertimbun jauh di dalam rongga perut dan mengelilingi organ vital—berhubungan langsung dengan peradangan sistemik yang memicu kerusakan jantung.
Analisis terhadap hampir 2.000 partisipan menunjukkan bahwa meskipun seseorang memiliki angka BMI yang dianggap "normal", mereka tetap berisiko tinggi terkena gagal jantung jika memiliki lingkar pinggang yang lebar. Hal ini dikarenakan BMI tidak dapat membedakan antara massa otot dan lemak, serta tidak mempertimbangkan di mana lemak tersebut tersimpan. Peneliti menyarankan dokter untuk mulai rutin mengukur rasio pinggang-terhadap-tinggi badan sebagai bagian dari skrining kesehatan jantung.
- Lemak Visceral: Lemak di area perut lebih berbahaya karena aktif secara metabolik dan memicu peradangan (ditandai dengan kadar hs-CRP tinggi).
- Keterbatasan BMI: BMI gagal memprediksi risiko gagal jantung secara signifikan dalam analisis ini, sementara lingkar pinggang terbukti akurat.
- Solusi Pencegahan: Kombinasi latihan beban (resistance training), latihan aerobik, dan diet kaya serat terbukti efektif mengurangi lemak perut dan peradangan sistemik.
Hasil studi ini menekankan pentingnya manajemen gaya hidup untuk menjaga kesehatan metabolisme tubuh. Berikut adalah parameter yang dibandingkan dalam penelitian tersebut:
| Metode Pengukuran | Kemampuan Prediksi Risiko Gagal Jantung |
|---|---|
| Indeks Massa Tubuh (BMI) | Tidak signifikan secara statistik |
| Lingkar Pinggang | Prediktor Kuat & Signifikan |
| Rasio Pinggang-Tinggi Badan | Sangat Signifikan |



