Hampir 'Tamat' di Bandara: Cillian Murphy Diamankan Petugas Bersenjata Akibat Bawa Peluru 'Tommy Shelby' dari Set Peaky Blinders
Baca dalam 60 detik
- Cillian Murphy mengungkapkan bahwa ia pernah diamankan oleh petugas keamanan bandara bersenjata lengkap karena membawa selongsong peluru properti dari set Peaky Blinders.
- Objek tersebut tertinggal di dasar tasnya, memicu respons cepat petugas keamanan yang mengepungnya dengan senjata.
- Ketegangan berakhir setelah petugas menyadari itu adalah peluru properti berukir nama 'Tommy' yang tidak berbahaya, dan Murphy diperbolehkan melanjutkan penerbangannya tanpa hukuman.

Cillian Murphy, aktor peraih Oscar yang dikenal lewat aktingnya yang intens, baru saja membagikan sebuah kisah menegangkan namun kocak dari kehidupan pribadinya. Pemeran ikonik Thomas Shelby dalam serial Peaky Blinders ini mengungkapkan bahwa ia pernah diamankan oleh petugas keamanan bandara bersenjata lengkap hanya karena sebuah peluru properti yang "dibebaskannya" dari set film.
Insiden mengejutkan ini terjadi ketika Murphy tengah melakukan perjalanan melalui bandara. Tanpa disadarinya, sebuah selongsong peluru properti tertinggal di dasar tasnya. Situasi menjadi gawat ketika pemindai X-ray mendeteksi objek tersebut. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini bersama lawan mainnya di Peaky Blinders: The Immortal Man, Rebecca Ferguson, Murphy menggambarkan bagaimana suasana bandara mendadak menjadi sangat tegang. Petugas bersenjata segera mengepungnya karena menduga ia membawa amunisi berbahaya, sebuah pengalaman yang jauh lebih nyata daripada adegan-adegan di film.
Puncak dari kejadian tersebut adalah ketika petugas memeriksa selongsong peluru tersebut dan menemukan ukiran nama "Tommy" di atasnya, mengacu langsung pada karakternya dalam serial geng legendaris itu. Murphy bersikeras bahwa itu hanyalah properti film yang tidak berbahaya dan bahkan menawarkan untuk meninggalkannya agar diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Beruntung, setelah menyadari situasi yang sebenarnya, petugas keamanan mengembalikan peluru tersebut kepada Murphy dan ia diperbolehkan mengejar penerbangannya. Rebecca Ferguson yang mendengar cerita ini seloroh dengan mengatakan, "Itulah keistimewaan menjadi seorang selebriti!"
- Objek Viral: Properti yang menyebabkan masalah adalah selongsong peluru kosong (bukan amunisi aktif) yang memiliki ukiran nama 'Tommy'.
- Risiko Prop Theft: Kejadian ini menonjolkan risiko nyata bagi aktor yang membawa properti film tanpa surat keterangan resmi, terutama yang berbentuk senjata atau amunisi.
- Promosi Terselubung: Kisah ini terungkap saat Cillian Murphy sedang mempromosikan film sempalan (spinoff) Peaky Blinders: The Immortal Man yang akan segera tayang di Netflix.
Untuk memberikan perspektif lebih luas mengenai insiden properti film di bandara, berikut adalah tabel komparasi antara prosedur standar dan kasus Cillian Murphy.
| Aspek Keamanan Bandara | Prosedur Standar (Amunisi Aktif) | Kasus Cillian Murphy (Selongsong Properti) |
|---|---|---|
| Respons Keamanan | Tindakan pengamanan instan, penahanan, dan potensi tuntutan pidana berat. | Pengepungan oleh petugas bersenjata, pemeriksaan mendalam, dan ketegangan singkat. |
| Penyitaan Objek | Objek disita sebagai barang bukti dan dihancurkan. | Objek (selongsong berukir nama 'Tommy') dikembalikan kepada pemilik setelah diverifikasi tidak berbahaya. |
| Konsekuensi Hukum | Pencabutan izin terbang, denda besar, dan penjara. | Nihil; Cillian Murphy bahkan diperbolehkan melanjutkan penerbangan setelah masalah selesai. |
Ke depannya, integritas properti film yang dibawa keluar dari set syuting mungkin akan menjadi perhatian lebih ketat oleh tim produksi. Meskipun insiden Cillian Murphy berakhir dengan tawa dan promosi film yang unik, kejadian ini menjadi peringatan keras bahwa bahkan seorang bintang besar pun tidak kebal terhadap prosedur keamanan bandara yang ketat terkait barang-barang yang menyerupai senjata.



