Tepis Narasi Misoginis: Pangeran Harry dan Meghan Markle Bantah Rumor Konflik Gaya Kerja dengan Netflix
Baca dalam 60 detik
- Pangeran Harry dan Meghan Markle membantah keras laporan yang mengklaim bahwa mereka adalah rekan kerja yang sulit selama bermitra dengan Netflix.
- Pengacara pasangan tersebut, Michael J. Kump, menyebut tudingan bahwa Meghan kerap memotong pembicaraan suaminya saat rapat sebagai narasi yang misoginis.
- Tuduhan bahwa Meghan sering "menghilang" saat rapat Zoom juga diklarifikasi sebagai tindakan profesional seorang ibu yang bekerja dari rumah agar aktivitas kedua anaknya tidak mengganggu jalannya rapat.

Duke dan Duchess of Sussex, Pangeran Harry dan Meghan Markle, secara tegas menepis serangkaian klaim miring terkait etos kerja mereka selama menjalin kerja sama dengan raksasa streaming Netflix. Bantahan ini muncul menyusul sebuah laporan investigatif dari Variety yang menyoroti dinamika hubungan bisnis antara pasangan kerajaan tersebut dengan Netflix yang disebut-sebut "jauh dari kata dongeng".
Laporan awal menyebutkan bahwa sejumlah sumber internal merasa tidak nyaman dengan gaya komunikasi Meghan Markle. Dalam berbagai rapat virtual maupun tatap muka, Meghan diklaim kerap kali memotong pembicaraan atau mengarahkan ulang opini Pangeran Harry saat ia sedang berbicara. Selain itu, Meghan juga dituduh sering "menghilang" dengan mematikan kamera saat panggilan Zoom berlangsung jika ia merasa tersinggung. Menanggapi narasi yang menyudutkan tersebut, kuasa hukum keluarga Sussex, Michael J. Kump, langsung memberikan klarifikasi tajam.
Terkait kebiasaannya menonaktifkan kamera atau audio saat rapat virtual yang panjang, Kump memberikan pembelaan yang sangat masuk akal bagi para pekerja era modern. Ia mengingatkan publik bahwa Meghan adalah seorang ibu yang bekerja dari rumah (work from home) dengan dua anak kecil yang sangat aktif, yakni Pangeran Archie dan Putri Lilibet. Keputusan untuk mematikan kamera adalah bentuk etika profesional agar hiruk-pikuk kegiatan domestik di kediaman mereka di Montecito tidak mengganggu fokus tim yang sedang rapat.
- Kontrak Eksklusif (2020): Pasangan ini menandatangani kontrak bernilai lebih dari $100 juta dengan Netflix pasca-mundur dari anggota senior Kerajaan Inggris.
- Kesuksesan Dokumenter: Serial "Harry & Meghan" (2022) mencetak rekor sebagai dokumenter yang paling banyak ditonton di minggu perdananya.
- Transisi Kontrak (2026): Netflix dan merek gaya hidup Meghan, As ever, baru saja mengakhiri kemitraan dukungan finansial awal, dan kini merek tersebut akan beroperasi secara independen dengan status kesepakatan first-look.
Untuk memberikan kejelasan mengenai perbedaan antara rumor yang beredar di media AS dengan pernyataan resmi dari pihak Netflix, berikut adalah tabel perbandingannya.
| Fokus Isu | Klaim Rumor Media (Variety) | Klarifikasi Tim Sussex & Netflix |
|---|---|---|
| Atmosfer Kerja Internal | Tegang; sumber internal menyebutkan, "Kami sudah muak (We're done)." | Netflix membantah adanya ketegangan dan memuji kemitraan mereka selama masa peluncuran. |
| Dinamika Rapat | Meghan dituduh sering memotong opini Harry dan mendominasi pembicaraan. | Dibantah langsung oleh Pangeran Harry; pengacara menyebutnya sebagai karikatur misoginis. |
| Profesionalisme Zoom | Meghan mematikan kamera dan menghilang karena merasa "tersinggung". | Mematikan kamera untuk mengurus dua anak kecil di rumah agar tidak mendistraksi rapat. |
Ke depannya, meskipun kemitraan eksklusif bernilai fantastis tersebut telah bertransisi menjadi format yang lebih fleksibel, baik pihak Netflix maupun The Sussexes memastikan bahwa hubungan profesional mereka tetap berjalan baik. Meghan Markle kini bersiap untuk membawa merek gaya hidupnya, As ever, memasuki babak baru kemandirian operasional di tahun ini tanpa dukungan dana awal dari raksasa streaming tersebut.



