BCA Catat Pertumbuhan Kredit 5,84% pada Februari 2026
Baca dalam 60 detik
- Koreksi Pertumbuhan: Penyaluran kredit BCA per Februari 2026 tercatat sebesar 5,84% (yoy), mengalami moderasi tipis dibandingkan capaian Januari di level 6,26%.
- Target Agresif: Manajemen tetap mematok target ekspansi tahunan di angka 8โ10%, menuntut optimalisasi penyaluran pada kuartal mendatang untuk mengejar ketertinggalan.
- Sentimen Industri: Perlambatan ini sejalan dengan tren nasional di mana pertumbuhan kredit perbankan versi Bank Indonesia turun ke angka 9,37% (yoy).

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan realisasi penyaluran kredit sebesar Rp 953,22 triliun hingga Februari 2026, mencerminkan pertumbuhan 5,84% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini menunjukkan adanya normalisasi laju pembiayaan setelah pada bulan sebelumnya mampu menyentuh angka 6,26%.
Dinamika ini mencerminkan sikap selektif perbankan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di awal tahun 2026. Meskipun angka pertumbuhan mengalami deselerasi secara bulanan, posisi likuiditas dan kapasitas modal perusahaan dinilai masih sangat mumpuni untuk melakukan akselerasi. Penurunan ini tidak dilihat sebagai pelemahan fundamental, melainkan bentuk implementasi strategi manajemen risiko yang lebih ketat guna menjaga portofolio aset tetap sehat.
Secara makro, fenomena yang dialami BCA sebenarnya selaras dengan kondisi industri perbankan nasional. Data terbaru dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit nasional per Februari 2026 berada di level 9,37%, turun dari posisi 9,96% pada bulan sebelumnya. Perlambatan ini merata di hampir seluruh segmen, mulai dari kredit modal kerja hingga konsumsi, mengindikasikan adanya sikap wait-and-see dari pelaku usaha terhadap kondisi pasar domestik.
- Realisasi Kredit: Rp 953,22 Triliun (Februari 2026).
- Gap Target: Saat ini di 5,84% vs Target Tahunan 8-10%.
- Faktor Eksternal: Melambatnya permintaan kredit nasional ke level 9,37%.
- Strategi Utama: Fokus pada Loan Quality ketimbang mengejar kuantitas volume-driven.
Untuk mencapai target tahunan yang dipatok di kisaran 8% hingga 10%, BCA perlu melakukan rekalibrasi strategi pada kuartal kedua. Hal ini melibatkan identifikasi sektor-sektor yang memiliki resiliensi tinggi terhadap fluktuasi ekonomi. Penyaluran kredit tidak lagi hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi lebih ditekankan pada keberlanjutan (sustainability) bisnis debitur agar rasio kredit bermasalah tetap terkendali di bawah ambang batas aman.
| Indikator Pertumbuhan | Januari 2026 | Februari 2026 | Target Akhir 2026 |
|---|---|---|---|
| Kredit BCA (Bank Only) | 6,26% (yoy) | 5,84% (yoy) | 8% - 10% |
| Kredit Perbankan Nasional | 9,96% (yoy) | 9,37% (yoy) | - |
Ke depan, prospek pertumbuhan kredit diproyeksikan akan kembali menguat seiring dengan potensi pelonggaran kebijakan moneter atau peningkatan belanja modal korporasi di pertengahan tahun. Kemampuan BCA dalam menjaga profil risiko yang konservatif namun tetap adaptif terhadap kebutuhan pasar akan menjadi penentu utama apakah target 10% dapat terealisasi sebelum tutup buku tahun ini.



