Rajesh Jha Pensiun Setelah 35 Tahun, Microsoft Rombak Besar-Besaran Struktur Petingginya
Baca dalam 60 detik
- Veteran Microsoft Rajesh Jha yang menjabat sebagai Executive Vice President divisi Experiences and Devices mengumumkan pensiun setelah 35 tahun bekerja.
- Posisi Jha akan beralih menjadi penasihat pada bulan Juli sementara para pimpinan di bawahnya akan melapor langsung kepada CEO Satya Nadella.
- Perombakan struktur tingkat atas ini memicu kekhawatiran di kalangan karyawan mengenai potensi adanya gelombang pemutusan hubungan kerja baru menjelang tahun fiskal mendatang.

Halo, kaum korporat IT dan pemerhati ekosistem Redmond! Ada kabar perombakan besar alias reorg dari markas Microsoft. Melansir laporan dari The Register pada 13 Maret 2026, sang veteran Rajesh Jha yang menjabat sebagai Executive Vice President (EVP) untuk divisi Experiences and Devices secara resmi mengumumkan rencana pensiunnya setelah mengabdi lebih dari 35 tahun.
Rajesh Jha bukanlah nama sembarangan; ia sudah ada di Microsoft bahkan sebelum Windows 3.1 dirilis ke publik. Bos besar Satya Nadella sendiri menyebutnya sebagai "sosok yang selalu konstan sepanjang hidup saya di Microsoft." Jha akan meletakkan jabatannya dan beralih ke peran penasihat mulai 1 Juli mendatang. Kepergiannya ini tentu saja memicu efek domino yang memaksa Microsoft untuk kembali menata ulang struktur para petingginya menjelang tahun fiskal 2027.
Berikut adalah gambaran struktur baru di tubuh Microsoft pasca mundurnya Jha:
- Lapor Langsung ke CEO: Empat pimpinan kunci di bawah Jha, yaitu Perry Clarke, Charles Lamanna, Pavan Davuluri (bos Windows), dan Ryan Roslansky, kini akan langsung melapor ke Satya Nadella sebagai EVP.
- Promosi Veteran Lain: Jeff Teper, sosok di balik SharePoint dan pengembangan Copilot AI di Microsoft 365, mendapatkan promosi jabatan menjadi EVP yang baru.
- Bayang-Bayang PHK: Meski transisi ini diklaim bertujuan "meminimalkan perubahan", rekam jejak restrukturisasi Microsoft akhir-akhir ini selalu memicu kekhawatiran di kalangan karyawan akan adanya gelombang PHK lanjutan.
Keluarnya Jha terjadi tak lama setelah petinggi divisi Xbox, Phil Spencer dan Sarah Bond, juga dikabarkan mundur. Transisi kepemimpinan di tengah ambisi agresif Microsoft menggenjot teknologi AI ini jelas bikin suasana internal lumayan tegang. Buat para staf, semoga saja yang dipangkas cuma hierarki organisasinya, bukan jumlah karyawannya ya!
"Di era teknologi saat ini, punya portofolio AI di dalam CV adalah syarat mutlak buat bisa bertahan dan naik jabatan, bahkan di perusahaan sekelas Microsoft."



