Ethereum Dalam Bahaya? Peneliti Rilis Laporan Kritis: "Death Spiral" dan Manipulasi On-Chain Terungkap!
Baca dalam 60 detik
- Tudingan "Spam" dan Manipulasi: Culper Research menuding bahwa lonjakan aktivitas jaringan yang selama ini dianggap sebagai bukti adopsi nyata sebenarnya didominasi oleh transaksi spam dan serangan address-poisoning. Laporan tersebut mengklaim bahwa sekitar 95% pembuatan dompet baru sejak Januari 2025 hingga Februari 2026 berkaitan dengan aktivitas debu (dusting) yang tidak bernilai organik.
- Efek Samping Upgrade Fusaka: Peneliti menyoroti bahwa Upgrade Fusaka memang memperluas ruang blok (blockspace) secara signifikan, namun dampaknya justru membuat biaya transaksi (gas fees) anjlok hingga 90%. Meskipun terlihat bagus bagi pengguna, hal ini menyebabkan pendapatan jaringan turun drastis, mengurangi jumlah ETH yang dibakar (burned), dan berpotensi merusak keekonomian para validator yang menjaga keamanan jaringan.
- Aksi Jual "Orang Dalam": Laporan tersebut juga memicu kekhawatiran dengan menyebutkan adanya penjualan sekitar 19.000 ETH oleh Vitalik Buterin, yang oleh Culper Research diinterpretasikan sebagai sinyal bahwa "orang dalam" mulai mengambil langkah antisipasi. Gabungan dari turunnya pendapatan jaringan dan tekanan jual ini membuat Culper Research mengambil posisi short (bertaruh pada penurunan harga) terhadap Ethereum.

Laporan Tajam Culper Research: Ethereum Menghadapi Ancaman "Death Spiral" dan Penurunan Pendapatan Jaringan
Pasar kripto diguncang oleh laporan investigatif dari Culper Research yang dirilis pada awal Maret 2026, yang memberikan tesis sangat negatif terhadap fundamental Ethereum. Peneliti berpendapat bahwa narasi pertumbuhan Ethereum saat ini dibangun di atas data yang menyesatkan. Menurut laporan tersebut, peningkatan jumlah alamat aktif dan transaksi on-chain sebagian besar dipicu oleh serangan sistematis seperti address-poisoning dan transaksi otomatis tanpa nilai ekonomi nyata, bukan karena adopsi pengguna baru yang organik.
Analisis kritis ini juga menyoroti dampak ekonomi dari peningkatan kapasitas blok paska Upgrade Fusaka. Meskipun efisiensi biaya transaksi meningkat bagi pengguna, hal tersebut mengakibatkan penurunan pendapatan jaringan hingga 90%. Culper Research memperingatkan bahwa fenomena ini dapat memicu "Death Spiral" di mana insentif bagi validator berkurang drastis, yang pada akhirnya dapat melemahkan keamanan jaringan secara keseluruhan. Tesis bearish ini semakin diperkuat dengan klaim adanya aktivitas penjualan aset oleh tokoh-tokoh kunci di ekosistem tersebut.
Poin Utama Laporan Culper:
Meskipun laporan ini sangat kontroversial dan dibantah oleh banyak pendukung setia Ethereum, pasar merespons dengan kewaspadaan tinggi. Di tahun 2026, transparansi data on-chain menjadi pedang bermata dua; di satu sisi menunjukkan perkembangan teknologi, di sisi lain membuka celah untuk kritik tajam terhadap model ekonomi jaringan. Investor kini menunggu respons resmi dari komunitas pengembang Ethereum untuk melihat bagaimana mereka akan mengatasi kekhawatiran mengenai keberlanjutan ekonomi jangka panjang ini.
Kami akan terus memantau debat panas ini dan memberikan informasi terkini mengenai kesehatan jaringan Ethereum. Pastikan Anda melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi di tengah volatilitas yang dipicu oleh laporan ini. Tetaplah bersama kami untuk update berita kripto selanjutnya.



