Benteng Hilirisasi Ayam: INDEF Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi Kunci Hadapi Serbuan Impor AS
Baca dalam 60 detik
- INDEF menyarankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimanfaatkan sebagai pasar khusus bagi peternak ayam lokal guna menangkis dampak impor ayam dari Amerika Serikat.
- Hilirisasi ayam domestik perlu didukung oleh efisiensi biaya pakan dan infrastruktur agar harga jual lokal tetap kompetitif dibanding produk impor.
- Meski ada impor GPS dan MDM dari AS, pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan industri perunggasan dalam negeri melalui regulasi teknis yang ketat.

Benteng Hilirisasi Ayam: INDEF Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi Kunci Hadapi Serbuan Impor AS
Lembaga kajian ekonomi INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran strategis sebagai instrumen pelindung industri perunggasan domestik. Ekonom senior INDEF, Tauhid Ahmad, menyatakan bahwa serapan pasar yang masif dari program pemerintah ini dapat menjadi jaminan keberlangsungan bagi peternak lokal di tengah ancaman rencana impor ayam dari Amerika Serikat melalui Perjanjian Perdagangan Resiprokal (ART).
Dengan adanya jaminan pasar khusus dari program MBG, peternak ayam dalam negeri memiliki ruang untuk melakukan hilirisasi produk secara lebih kompetitif. Strategi ini dianggap krusial agar produk ayam domestik tidak kalah bersaing dengan produk impor seperti mechanically deboned meat (MDM) dan bagian ayam lainnya dari AS yang selama ini banyak digunakan oleh industri makanan olahan nasional.
π ANALISIS STRATEGIS INDEF:
Meskipun perjanjian perdagangan dengan AS memungkinkan masuknya produk ayam luar negeri, pemerintah berkomitmen untuk tetap menjaga keseimbangan pasokan dan harga nasional. Fokus utama tetap pada perlindungan peternak rakyat dan pemenuhan kebutuhan industri makanan domestik yang memerlukan sekitar 120.000 hingga 150.000 ton MDM per tahun sebagai bahan baku sosis dan nugget.
Ke depan, integrasi antara kebijakan ketahanan pangan melalui program MBG dan penguatan industri perunggasan hulu-hilir akan menentukan kedaulatan pangan Indonesia. Dengan dukungan kebijakan yang tepat sasaran, sektor peternakan ayam diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pemain dominan yang tangguh di pasar nasional tanpa harus tergilas oleh arus impor global.
Senior Editor & Strategic Analyst β’ p3mbelahlaut



