Eksklusivitas konsol untuk salah satu judul paling ambisius dari Bethesda tampaknya akan segera berakhir. Berdasarkan laporan investigasi Gameranx pada 3 Maret 2026, detail mengenai peluncuran Starfield di PlayStation 5 telah bocor ke publik. Informasi yang bersumber dari pembocor ternama billbil-kun ini mengindikasikan bahwa Microsoft tengah bersiap untuk membawa penjelajahan luar angkasa ini ke basis pengguna Sony, menandai langkah besar dalam strategi multiplatform "Project Latitude" yang dijalankan raksasa teknologi tersebut.
Jadwal Rilis dan Strategi Harga Multiplatform
Secara teknis, kebocoran data menunjukkan bahwa Starfield dijadwalkan meluncur di PS5 pada 7 April 2026, dengan masa pra-pemesanan (pre-order) yang diperkirakan mulai dibuka pada 17 atau 18 Maret mendatang. Fokus utama dari peluncuran ini adalah ketersediaan dua varian: Standard Edition seharga โฌ49.99 dan Premium Edition seharga โฌ69.99. Edisi premium tersebut dirumorkan akan menyertakan ekspansi "Shattered Space" serta kemungkinan konten dari ekspansi kedua yang bertajuk "Terran Armada," memberikan nilai lebih bagi para pemain PlayStation yang telah menunggu selama hampir tiga tahun.
Di awal Maret 2026, momentum ini diperkuat oleh pernyataan Todd Howard yang mengisyaratkan adanya pembaruan besar yang akan segera hadir. Analis industri mencatat bahwa versi PS5 kemungkinan besar akan dirilis bersamaan dengan "Update 2.0" yang masif, yang bertujuan untuk memperbaiki mekanisme eksplorasi dan meminimalkan ketergantungan pada layar pemuatan (loading screens). Fokus utama bagi Bethesda saat ini adalah memastikan performa teknis pada perangkat keras Sony tetap optimal, sekaligus memanfaatkan fitur haptik pada pengontrol DualSense untuk meningkatkan imersi dalam pertempuran kapal luar angkasa.
Mendefinisikan Ulang Batas Antar-Konsol
Kehadiran Starfield di PS5 bukan hanya sekadar perilisan ulang, melainkan simbol pergeseran paradigma dalam industri gim modern di mana aksesibilitas pemain menjadi prioritas di atas eksklusivitas perangkat keras. Fokus utama bagi Microsoft ke depannya adalah memperluas jangkauan transmisi data kekayaan intelektual (IP) mereka guna memaksimalkan pendapatan dari sektor perangkat lunak. Bagi para penggemar, langkah ini menjamin ketersediaan (availability) konten berkualitas bagi lebih banyak orang, sekaligus memberikan kesempatan bagi Starfield untuk mendapatkan "kelahiran kembali" di mata audiens yang lebih luas.




