Masa suram bagi pemegang Ethereum mungkin segera berakhir. Setelah sebulan penuh pendarahan modal, ETF Ethereum Spot akhirnya mencatat angka positif sebesar $9,23 juta, sebuah sinyal kuat bahwa "smart money" sedang membeli di harga diskon.
Pemulihan ini sangat signifikan karena terjadi di tengah sentimen pasar yang masih tertekan oleh ancaman Death Cross pada Bitcoin. Investor tampaknya mulai melakukan pemisahan narasi (decoupling) antara Bitcoin dan Ethereum. Sementara Bitcoin menghadapi tekanan jual dari kebijakan makro, Ethereum justru menarik minat berkat narasi kegunaan jangka panjang dan potensi imbal hasil dari staking yang kini mulai diadopsi oleh manajer aset raksasa seperti BlackRock.
Detail Pergerakan Dana (25 Februari 2026):
- Net Inflow: +$9,23 Juta (Memutus rekor outflow 4 minggu).
- Level Akumulasi: Aliran dana meningkat saat ETH bertahan di atas support psikologis $1.950.
- Dinamika Pasar: Kontras dengan Bitcoin ETF yang masih mencatat arus keluar, menunjukkan rotasi modal internal di dalam ekosistem aset digital.
Data on-chain dari CryptoQuant mendukung tren ini, menunjukkan bahwa alamat akumulasi Ethereum mencapai tingkat aktivitas tertinggi dalam sejarah dalam enam bulan terakhir. Di saat yang sama, pengajuan BlackRock untuk menyertakan fitur staking dalam ETF mereka memberikan insentif tambahan bagi investor institusi untuk memegang ETH demi mendapatkan dividen asli dari jaringan.
Bagi para pelaku pasar ritel, kembalinya aliran dana institusi ini memberikan napas lega. Meskipun volatilitas masih tinggi, dukungan dana segar ini menjadi fondasi yang dibutuhkan Ethereum untuk mencoba kembali menembus level resistensi $2.150 di pekan depan.




