Di tengah ketidakpastian ekonomi global tahun 2026, grafik Bitcoin baru saja memberikan harapan bagi para "bulls". Munculnya formasi Triple Bottom menandakan bahwa tekanan jual mungkin telah mencapai titik jenuh.
Pola Triple Bottom dianggap sebagai salah satu sinyal teknikal paling andal dalam dunia perdagangan. Pola ini terbentuk ketika harga menyentuh level dukungan yang sama sebanyak tiga kali, diselingi oleh dua kenaikan sementara. Ini menunjukkan bahwa setiap kali harga turun ke level tersebut, pembeli masuk dengan kekuatan yang cukup besar untuk membalikkan arah.
Analisis Jalur Menuju $85.000:
- Level Dukungan Kuat: Bitcoin telah berhasil mempertahankan area $64.000 sebagai dasar yang solid selama tiga kali pengujian dalam dua bulan terakhir.
- Konfirmasi Neckline: Kunci dari pergerakan ini adalah penembusan di atas neckline atau garis leher pola pada angka $72.000. Penutupan harga harian di atas level ini akan memicu reli besar.
- Indikator RSI: Indeks Kekuatan Relatif (RSI) mulai menunjukkan divergensi positif, mengindikasikan momentum penjualan yang memudar meski harga sempat tertekan.
Meskipun indikator teknikal terlihat sangat menjanjikan, investor tetap diingatkan untuk memperhatikan kalender ekonomi. Pidato kebijakan perdagangan mendatang dan data inflasi AS dapat menjadi katalis yang mempercepat atau justru menggagalkan formasi ini. Namun, secara struktural, Bitcoin terlihat sedang bersiap untuk langkah besar berikutnya.
Bagi para trader, strategi yang umum digunakan dalam skenario ini adalah menunggu konfirmasi volume pada saat penembusan $72.000. Jika volume melonjak bersamaan dengan kenaikan harga, target $85.000 bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan teknis yang sangat mungkin tercapai di kuartal kedua 2026.




