Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Kedokteran & Kesehatan

Open AccessOA2023

Gagal Jantung yang Memburuk: Nomenklatur, Epidemiologi, dan Arah Masa Depan

Tinjauan ini membahas definisi gagal jantung yang memburuk (WHF) yang terus berkembang, epidemiologinya, serta arah masa depan untuk identifikasi dan pengobatan. Tinjauan ini menyoroti pergeseran dari hanya rawat inap menjadi mencakup peristiwa non-rawat inap dan merangkum uji klinis terbaru.
S. Greene; J. Bauersachs; J. Brugts; J. Ezekowitz; Carolyn S. P. Lam; L. Lund; P. Ponikowski; A. Voors; F. Zannad; S. Zieroth; J. Butlerยท Journal of the American College of Cardiologyยท 2023ยท DOI 10.1016/j.jacc.2022.11.023

Masalah inti

Gagal jantung (HF) adalah penyakit progresif yang ditandai oleh durasi stabilnya gejala yang bervariasi, sering kali diselingi episode perburukan meskipun terapi terus diberikan. Periode perburukan klinis ini semakin diakui sebagai fase tersendiri dalam riwayat HF, yang disebut gagal jantung yang memburuk (WHF). Definisi WHF terus berkembang dari fokus historis yang hanya pada rawat inap menjadi kini mencakup peristiwa non-rawat inap (misalnya, kebutuhan terapi diuretik intravena di unit gawat darurat atau rawat jalan). Sebagian besar uji klinis HF hingga saat ini menggunakan rawat inap akibat HF dan kematian sebagai titik akhir utama, dan baru-baru ini sebagian studi memasukkan peristiwa WHF lain tanpa memandang lokasi perawatan. Artikel ini meninjau evolusi definisi WHF, menyoroti pentingnya mempertimbangkan onset WHF sebagai peristiwa yang menandai fase baru HF, merangkum uji klinis terbaru yang menyelidiki terapi baru, dan menguraikan kebutuhan yang belum terpenuhi terkait identifikasi dan pengobatan WHF.

Inovasi

Para penulis melakukan tinjauan komprehensif atas literatur tentang gagal jantung yang memburuk, termasuk uji klinis, registri, dan pedoman. Mereka menelaah evolusi definisi WHF, epidemiologi peristiwa WHF, dan desain uji klinis terbaru yang telah memasukkan titik akhir WHF. Tinjauan ini juga menyintesis temuan dari uji-uji utama untuk menguraikan terapi yang ada dan yang sedang berkembang untuk WHF.
Pendahuluan
Gagal jantung (HF) adalah penyakit progresif yang ditandai oleh durasi stabilnya gejala yang bervariasi, sering kali diselingi episode perburukan meskipun terapi terus diberikan. Periode perburukan klinis ini semakin diakui sebagai fase tersendiri dalam riwayat HF, yang disebut gagal jantung yang memburuk (WHF). Definisi WHF terus berkembang dari fokus historis yang hanya pada rawat inap menjadi kini mencakup peristiwa non-rawat inap (misalnya, kebutuhan terapi diuretik intravena di unit gawat darurat atau rawat jalan). Sebagian besar uji klinis HF hingga saat ini menggunakan rawat inap akibat HF dan kematian sebagai titik akhir utama, dan baru-baru ini sebagian studi memasukkan peristiwa WHF lain tanpa memandang lokasi perawatan. Artikel ini meninjau evolusi definisi WHF, menyoroti pentingnya mempertimbangkan onset WHF sebagai peristiwa yang menandai fase baru HF, merangkum uji klinis terbaru yang menyelidiki terapi baru, dan menguraikan kebutuhan yang belum terpenuhi terkait identifikasi dan pengobatan WHF.

Mengapa penting

Para penulis membahas implikasi definisi WHF yang terus berkembang terhadap praktik klinis dan desain uji. Mereka menekankan bahwa WHF menandai transisi kritis dalam lintasan penyakit, dan pengenalnya dapat mendorong intervensi yang tepat waktu. Kebutuhan yang belum terpenuhi meliputi definisi yang terstandardisasi, stratifikasi risiko yang lebih baik, dan terapi yang efektif bagi pasien dengan WHF. Arah masa depan melibatkan pengintegrasian luaran yang dilaporkan pasien dan penggunaan alat kesehatan digital untuk mendeteksi WHF lebih dini.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ