Editorial Kedokteran & Kesehatan
Open AccessOA2022
Persepsi dan Pengalaman di Tempat Kerja Terkait Upaya Respons COVID-19 di Kalangan Tenaga Kesehatan Masyarakat — Public Health Workforce Interests and Needs Survey, Amerika Serikat, September 2021–Januari 2022
Survei PH WINS 2021 menunjukkan bahwa 72% tenaga kesehatan masyarakat terlibat dalam respons COVID-19, dengan 44% mempertimbangkan meninggalkan pekerjaan mereka dalam lima tahun, sebagian besar sejak pandemi dimulai. Kebutuhan utama mencakup kapasitas staf tambahan untuk mempertahankan upaya respons.
Rachel Hare Bork; Moriah Robins; Kay Schaffer; J. Leider; B. Castrucci· MMWR. Morbidity and mortality weekly report· 2022· DOI 10.15585/mmwr.mm7129a3
Masalah inti
Pandemi COVID-19 telah memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada profesional garis depan esensial, termasuk tenaga kesehatan masyarakat. Meskipun peran mereka kritis, hanya sedikit penelitian yang secara sistematis mengevaluasi tantangan spesifik yang dihadapi para pekerja ini. Untuk mengatasi kesenjangan ini, Public Health Workforce Interests and Needs Survey (PH WINS) 2021 dilaksanakan sebagai survei yang representatif secara nasional terhadap pekerja individu di lembaga kesehatan masyarakat pemerintah negara bagian dan lokal. Survei ini bertujuan memberikan wawasan tentang karakteristik demografis tenaga kesehatan masyarakat, pengalaman mereka selama pandemi COVID-19, masa kerja, dan niat untuk meninggalkan organisasi mereka. Digest ini merangkum temuan utama dari survei tersebut, menyoroti kebutuhan mendesak akan perhatian terfokus pada strategi rekrutmen dan retensi untuk membangun kembali dan mempertahankan tenaga kesehatan masyarakat.
Inovasi
PH WINS 2021 adalah survei cross-sectional yang diberikan kepada sampel representatif secara nasional dari pekerja lembaga kesehatan masyarakat pemerintah negara bagian dan lokal di Amerika Serikat. Pengumpulan data berlangsung dari September 2021 hingga Januari 2022. Survei ini menilai karakteristik demografis, peran pekerjaan, masa kerja, niat untuk meninggalkan, dan pengalaman spesifik terkait upaya respons COVID-19. Responden ditanya apakah mereka pernah bekerja dalam peran respons COVID-19 pada suatu waktu selama Maret 2020–Januari 2022, dan jika mempertimbangkan meninggalkan pekerjaan, apakah pertimbangan ini dimulai sejak awal pandemi. Selain itu, pekerja diminta mengidentifikasi kebutuhan, selain pendanaan, untuk merespons pandemi. Metodologi survei memastikan representasi di seluruh jenis lembaga dan peran pekerja, memungkinkan estimasi yang dapat digeneralisasi untuk tenaga kesehatan masyarakat pemerintah.
Pendahuluan
Pandemi COVID-19 telah memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada profesional garis depan esensial, termasuk tenaga kesehatan masyarakat. Meskipun peran mereka kritis, hanya sedikit penelitian yang secara sistematis mengevaluasi tantangan spesifik yang dihadapi para pekerja ini. Untuk mengatasi kesenjangan ini, Public Health Workforce Interests and Needs Survey (PH WINS) 2021 dilaksanakan sebagai survei yang representatif secara nasional terhadap pekerja individu di lembaga kesehatan masyarakat pemerintah negara bagian dan lokal. Survei ini bertujuan memberikan wawasan tentang karakteristik demografis tenaga kesehatan masyarakat, pengalaman mereka selama pandemi COVID-19, masa kerja, dan niat untuk meninggalkan organisasi mereka. Digest ini merangkum temuan utama dari survei tersebut, menyoroti kebutuhan mendesak akan perhatian terfokus pada strategi rekrutmen dan retensi untuk membangun kembali dan mempertahankan tenaga kesehatan masyarakat.
Mengapa penting
Temuan ini menyoroti dampak signifikan pandemi COVID-19 terhadap tenaga kesehatan masyarakat. Proporsi tinggi pekerja yang terlibat dalam respons COVID-19 (72%) menegaskan sifat all-hands-on-deck dari respons pandemi. Namun, persentase substansial yang mempertimbangkan meninggalkan (44%) dan fakta bahwa sebagian besar pekerja ini mulai mempertimbangkan meninggalkan sejak pandemi (76%) menandakan potensi krisis retensi. Permintaan akan kapasitas staf tambahan (51%) menunjukkan bahwa kekurangan tenaga kerja merupakan hambatan kritis untuk respons pandemi yang efektif. Hasil ini menekankan pentingnya perhatian terfokus pada rekrutmen dan retensi yang mendorong keragaman dan pekerja dengan pengalaman kesehatan masyarakat. Saat tenaga kerja dibangun kembali di tengah pandemi COVID-19 yang terus berkembang, strategi untuk mengatasi kelelahan, meningkatkan kepuasan kerja, dan memastikan kecukupan staf akan sangat penting untuk mempertahankan infrastruktur kesehatan masyarakat yang kuat.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…