Editorial Ekonomi & Bisnis
Open AccessOA2022
Mengapa kita membutuhkan ekonomi makro berbasis agen?
Ekonomi makro berbasis agen mengintegrasikan dimensi mikro dan makro dengan memodelkan agen-agen heterogen dan interaksinya, menawarkan alternatif yang lebih unggul dibandingkan ekonomi neoklasik untuk menghadapi perubahan iklim, transformasi digital, migrasi, pergeseran demografi, dan pandemi.
S. Cincotti; M. Raberto; A. Teglioยท Review of Evolutionary Political Economyยท 2022ยท DOI 10.1007/s43253-022-00071-w
Masalah inti
Perekonomian dunia menghadapi ketidakpastian yang mendalam dan tantangan krusial pada dekade ketiga abad ke-21. Fenomena seperti perubahan iklim, transformasi digital, migrasi, perubahan demografi, dan pandemi COVID yang masih berlangsung menuntut pemahaman dan tindakan yang mendesak. Ekonomi neoklasik tradisional, dengan paradigma reduksionisnya, terbukti tidak memadai dalam mengatasi persoalan-persoalan kompleks dan saling terkait ini. Makalah ini berargumen bahwa ekonomi makro berbasis agen menyediakan kerangka kerja yang lebih sesuai dengan memodelkan jaringan interaksi antar agen ekonomi yang heterogen dan hasil agregatnya, sehingga menjembatani kesenjangan mikro-makro.
Inovasi
Makalah ini mengadopsi perspektif historis dan epistemologis untuk melacak evolusi pemikiran ilmiah, menyoroti keterbatasan reduksionisme yang mendominasi sejak revolusi ilmiah abad ke-17. Hal ini dikontraskan dengan teori chaos dan ilmu sistem kompleks, yang menawarkan alat yang lebih tepat untuk analisis ekonomi. Pendekatan berbasis agen disajikan sebagai metodologi yang menangkap fenomena emergent melalui simulasi komputasional agen-agen yang berinteraksi, memungkinkan studi tentang dinamika di luar keseimbangan dan perilaku heterogen. Kontribusi edisi khusus diperkenalkan secara singkat, menampilkan penerapan model berbasis agen pada permasalahan kontemporer.
Pendahuluan
Perekonomian dunia menghadapi ketidakpastian yang mendalam dan tantangan krusial pada dekade ketiga abad ke-21. Fenomena seperti perubahan iklim, transformasi digital, migrasi, perubahan demografi, dan pandemi COVID yang masih berlangsung menuntut pemahaman dan tindakan yang mendesak. Ekonomi neoklasik tradisional, dengan paradigma reduksionisnya, terbukti tidak memadai dalam mengatasi persoalan-persoalan kompleks dan saling terkait ini. Makalah ini berargumen bahwa ekonomi makro berbasis agen menyediakan kerangka kerja yang lebih sesuai dengan memodelkan jaringan interaksi antar agen ekonomi yang heterogen dan hasil agregatnya, sehingga menjembatani kesenjangan mikro-makro.
Mengapa penting
Makalah ini berargumen bahwa paradigma reduksionis, meskipun berhasil dalam ilmu alam, kurang efektif untuk tantangan ekonomi yang ditandai oleh nonlinearitas, umpan balik, dan sifat emergent. Ekonomi makro berbasis agen, yang berakar pada pemikiran sistem kompleks, menawarkan pendekatan yang lebih holistik dan realistis. Hal ini memungkinkan pembuat kebijakan untuk menguji intervensi secara in silico, mengantisipasi konsekuensi yang tidak diinginkan, dan merancang strategi yang tangguh. Penulis menyimpulkan bahwa merangkul pergeseran paradigma ini sangat penting agar ekonomi tetap relevan dan efektif dalam mengatasi persoalan mendesak pada masa kita. Edisi khusus ini menjadi bukti potensi model berbasis agen dalam memajukan teori maupun kebijakan.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ