Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Ilmu Sosial

Open AccessOA2022

Ada Apa dengan Sosiologi Budaya? Dari Bourdieu dan Arus Utama hingga 'Keanehan Produktif'

Christopher Thorpe dan David Inglis membahas evolusi sosiologi budaya, peran jurnal selama 15 tahun, dan debat utama termasuk warisan Bourdieu, Actor Network Theory, dan dekolonisasi.
Christopher Thorpe; D. Inglis· Cultural Sociology· 2022· DOI 10.1177/17499755221112625

Masalah inti

Artikel ini menyajikan dialog antara Christopher Thorpe, editor *Cultural Sociology* saat ini, dan David Inglis, editor pendiri. Mereka merefleksikan keadaan sosiologi budaya, asal-usulnya, lintasannya, dan pengaruh jurnal tersebut selama 15 tahun sejarahnya. Percakapan ini membahas pertanyaan-pertanyaan sentral: Apa yang membentuk bidang ini hari ini? Dari mana asalnya? Ke mana arahnya? Dialog ini juga menyentuh isu-isu kontemporer utama dalam sosiologi budaya.

Inovasi

Artikel ini disusun sebagai dialog, format yang memungkinkan pertukaran gagasan secara terbuka antara dua sarjana dengan perspektif berbeda tentang bidang ini. Pendekatan percakapan ini memungkinkan eksplorasi bernuansa atas topik-topik tersebut, dengan memanfaatkan pengalaman dan wawasan para editor. Format dialog itu sendiri mencerminkan sifat reflektif dan diskursif dari sosiologi budaya.
Pendahuluan
Artikel ini menyajikan dialog antara Christopher Thorpe, editor *Cultural Sociology* saat ini, dan David Inglis, editor pendiri. Mereka merefleksikan keadaan sosiologi budaya, asal-usulnya, lintasannya, dan pengaruh jurnal tersebut selama 15 tahun sejarahnya. Percakapan ini membahas pertanyaan-pertanyaan sentral: Apa yang membentuk bidang ini hari ini? Dari mana asalnya? Ke mana arahnya? Dialog ini juga menyentuh isu-isu kontemporer utama dalam sosiologi budaya.

Mengapa penting

Dialog ini menyoroti sifat dinamis dan diperdebatkan dari sosiologi budaya. Hal ini menunjukkan bahwa bidang ini dicirikan oleh ketegangan antara pendekatan arus utama dan 'produktif aneh', dengan yang terakhir sering mendorong inovasi dan refleksi kritis. Jurnal *Cultural Sociology* telah berperan dalam mendorong debat ini dan menyediakan platform bagi beragam suara. Diskusi ini juga menunjukkan tantangan berkelanjutan dalam mendekolonisasi bidang ini dan mengatasi ketidaksetaraan global. Pada akhirnya, dialog ini menekankan pentingnya refleksivitas dan keterbukaan terhadap gagasan baru dalam membentuk masa depan sosiologi budaya.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…