Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Ilmu Sosial

Open AccessOA2023

Apa yang harus dilakukan dengan seksualitas remaja? Antropologi bentuk-bentuk pemerintahan di Brasil

Artikel ini mengkaji bagaimana Kementerian Perempuan, Keluarga, dan Hak Asasi Manusia Brasil menangani pencegahan kehamilan remaja, mengungkap bagaimana birokrasi negara menghapus seksualitas remaja dan penanda gender demi etos keluarga yang konservatif.
E. Brandão· Vibrant: Virtual Brazilian Anthropology· 2023· DOI 10.1590/1809-43412023v20d807

Masalah inti

Artikel ini menyelidiki Kementerian Perempuan, Keluarga, dan Hak Asasi Manusia Brasil serta operasinya terkait pencegahan apa yang disebut 'kehamilan remaja'. Kajian ini bertujuan menganalisis strategi politik, arahan, inisiatif dialog dengan masyarakat, dan kampanye kementerian yang ditujukan untuk melibatkan audiens sasarannya. Masalah utamanya berkisar pada bagaimana birokrasi negara menangani seksualitas remaja dan penanda gender yang konstitutif bagi sosialisasi remaja. Penulis berargumen bahwa dimensi-dimensi tersebut dihapus demi etos keluarga yang idilis, yang dikontraskan dengan dimensi sosiokultural, material, dan simbolik yang menjalin relasi antargenerasi dalam lingkup domestik. Kajian ini menempatkan diri dalam antropologi bentuk-bentuk pemerintahan, mengeksplorasi bagaimana masa kanak-kanak dan perawatan diri menjadi pusat retorika pemerintahan, dengan memobilisasi strategi konservatif yang berakar pada pandangan alarmis yang terbatas pada ranah privat.

Inovasi

Artikel ini memakai pendekatan antropologis untuk menganalisis Kementerian Perempuan, Keluarga, dan Hak Asasi Manusia Brasil. Metodologinya melibatkan pemeriksaan strategi politik, arahan, inisiatif percakapan dengan masyarakat luas, dan kampanye kementerian untuk melibatkan publik sasarannya. Analisis berfokus pada interstisi birokrasi negara, mengungkap cara-cara khas dalam menangani dan menghapus seksualitas remaja serta penanda gender. Kajian ini kemungkinan bersandar pada analisis dokumen, analisis wacana, dan kepekaan etnografis untuk memahami bagaimana retorika pemerintahan memobilisasi strategi konservatif. Penulis, E. Brandão, melakukan analisis ini dalam bidang ilmu sosial, khususnya antropologi, sebagaimana diterbitkan di Vibrant: Virtual Brazilian Anthropology.
Pendahuluan
Artikel ini menyelidiki Kementerian Perempuan, Keluarga, dan Hak Asasi Manusia Brasil serta operasinya terkait pencegahan apa yang disebut 'kehamilan remaja'. Kajian ini bertujuan menganalisis strategi politik, arahan, inisiatif dialog dengan masyarakat, dan kampanye kementerian yang ditujukan untuk melibatkan audiens sasarannya. Masalah utamanya berkisar pada bagaimana birokrasi negara menangani seksualitas remaja dan penanda gender yang konstitutif bagi sosialisasi remaja. Penulis berargumen bahwa dimensi-dimensi tersebut dihapus demi etos keluarga yang idilis, yang dikontraskan dengan dimensi sosiokultural, material, dan simbolik yang menjalin relasi antargenerasi dalam lingkup domestik. Kajian ini menempatkan diri dalam antropologi bentuk-bentuk pemerintahan, mengeksplorasi bagaimana masa kanak-kanak dan perawatan diri menjadi pusat retorika pemerintahan, dengan memobilisasi strategi konservatif yang berakar pada pandangan alarmis yang terbatas pada ranah privat.

Mengapa penting

Artikel ini membahas bagaimana strategi kementerian Brasil mencerminkan bentuk-bentuk pemerintahan yang lebih luas yang mengutamakan nilai keluarga konservatif di atas pendidikan seksualitas yang komprehensif. Dengan berfokus pada keluarga (cis)heteronormatif sebagai situs utama pendidikan seksualitas, kementerian mengabaikan peran sekolah dan institusi publik lainnya. Pendekatan ini menghapus dimensi sosiokultural, material, dan simbolik yang membentuk sosialisasi remaja, termasuk penanda gender dan keragaman seksual. Penulis berargumen bahwa hal ini merupakan bentuk governmentalitas yang membatasi seksualitas remaja pada ranah privat, memperkuat narasi alarmis tentang kehamilan remaja. Analisis ini berkontribusi pada antropologi bentuk-bentuk pemerintahan dengan menunjukkan bagaimana birokrasi negara dapat beroperasi untuk mendepolitisasi seksualitas remaja dan mempertahankan ideal keluarga heteronormatif. Implikasi bagi kebijakan dan praktik mencakup kebutuhan untuk mengakui dan menangani realitas seksualitas dan gender remaja yang beragam.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…