Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial ilmu komputer

Open AccessOA2026

Wawasan Eksperimental tentang Trafik Video dan Kontrol Berbasis UDP pada IEEE 802.11p ITS-G5

Ringkasan IMRAD atas pengukuran testbed mengenai modulasi, konfigurasi IP, dan manajemen antrean untuk komunikasi kendaraan yang sensitif terhadap latensi
Antonio Solida; Gaetano Orazio Cauchi; Salvatore Iandolo; Marco Savarese; Martin Klapez; Maurizio Casoni; Carlo Augusto Graziaยท 2026ยท DOI 10.48550/arXiv.2606.13390

Masalah inti

Aplikasi kendaraan seperti mengemudi kooperatif, teleoperasi, dan persepsi waktu nyata bergantung pada komunikasi nirkabel berlatensi rendah. ITS-G5, yang berbasis IEEE 802.11p, merupakan teknologi kunci untuk komunikasi langsung vehicle-to-vehicle dan vehicle-to-infrastructure. Meskipun relevan, studi eksperimental trafik berbasis UDP pada IEEE 802.11p dalam kondisi realistis masih terbatas. Makalah ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan evaluasi eksperimental transmisi UDP pada testbed IEEE 802.11p ITS-G5 yang terdiri dari onboard unit berbasis Raspberry Pi dan roadside unit komersial. Studi ini menyelidiki dampak berbagai skema modulasi dan pengkodean (MCS), mengevaluasi dua konfigurasi lapisan jaringan (IPv4 unicast dan IPv6 multicast), serta menilai penggunaan CAKE untuk manajemen antrean aktif. Selain trafik sintetis yang dihasilkan dengan iPerf, evaluasi mencakup streaming video waktu nyata menggunakan MPEG-TS melalui UDP untuk meniru aplikasi kendaraan yang sensitif terhadap latensi.

Inovasi

Hasil menunjukkan bahwa skema modulasi adalah faktor dominan yang memengaruhi latensi pada beban trafik rendah. Modulasi orde tinggi secara signifikan menurunkan latensi dan variabilitas. Dalam kondisi kongesti, pilihan mode transmisi dan versi IP menjadi semakin signifikan. IPv6 multicast menunjukkan dispersi delay yang lebih besar daripada IPv4 unicast. Manajemen antrean aktif dengan CAKE tampaknya tidak meningkatkan prediktabilitas delay. Temuan ini konsisten pada trafik iPerf sintetis dan streaming video MPEG-TS waktu nyata melalui UDP.

Secara kualitatif, perilaku latensi yang diamati dapat diringkas sebagai:

di mana pada beban rendah suku MCS mendominasi, sedangkan pada beban tinggi suku beban, mode IP, dan AQM menjadi lebih berpengaruh. Eksperimen menunjukkan bahwa MCS orde tinggi menurunkan rata-rata latensi dan variansnya, sedangkan IPv6 multicast meningkatkan dispersi delay relatif terhadap IPv4 unicast. CAKE tampaknya tidak menurunkan ketidakpastian delay pada testbed ini.

Aplikasi kendaraan seperti mengemudi kooperatif, teleoperasi, dan persepsi waktu nyata bergantung pada komunikasi nirkabel berlatensi rendah. ITS-G5, yang berbasis IEEE 802.11p, merupakan teknologi kunci untuk komunikasi langsung vehicle-to-vehicle dan vehicle-to-infrastructure. Meskipun relevan, studi eksperimental trafik berbasis UDP pada IEEE 802.11p dalam kondisi realistis masih terbatas. Makalah ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan evaluasi eksperimental transmisi UDP pada testbed IEEE 802.11p ITS-G5 yang terdiri dari onboard unit berbasis Raspberry Pi dan roadside unit komersial. Studi ini menyelidiki dampak berbagai skema modulasi dan pengkodean (MCS), mengevaluasi dua konfigurasi lapisan jaringan (IPv4 unicast dan IPv6 multicast), serta menilai penggunaan CAKE untuk manajemen antrean aktif. Selain trafik sintetis yang dihasilkan dengan iPerf, evaluasi mencakup streaming video waktu nyata menggunakan MPEG-TS melalui UDP untuk meniru aplikasi kendaraan yang sensitif terhadap latensi.
Platform eksperimental adalah testbed IEEE 802.11p ITS-G5 dengan onboard unit berbasis Raspberry Pi dan roadside unit komersial. Penulis memvariasikan skema modulasi dan pengkodean (MCS) untuk mempelajari pengaruhnya terhadap latensi dan variabilitas. Mereka membandingkan dua konfigurasi lapisan jaringan: IPv4 unicast dan IPv6 multicast. Mereka juga mengevaluasi CAKE sebagai mekanisme manajemen antrean aktif. Pembangkitan trafik mencakup aliran UDP sintetis melalui iPerf dan streaming video waktu nyata menggunakan MPEG-TS melalui UDP untuk meniru aplikasi kendaraan yang sensitif terhadap latensi. Evaluasi berfokus pada latensi dan dispersi delay pada berbagai beban trafik dan konfigurasi.

Mengapa penting

Bukti eksperimental menunjukkan bahwa untuk layanan kendaraan yang sensitif terhadap latensi pada ITS-G5, skema modulasi dan pengkodean harus dipilih untuk meminimalkan latensi dan variabilitas, terutama ketika beban trafik rendah. Seiring meningkatnya kongesti, konfigurasi lapisan jaringan menjadi lebih penting: IPv4 unicast memberikan dispersi delay yang lebih rendah daripada IPv6 multicast pada testbed ini. Tidak adanya peningkatan dari manajemen antrean aktif CAKE menunjukkan bahwa prediktabilitas delay mungkin lebih ditentukan oleh faktor tingkat radio dan mode IP daripada oleh manajemen antrean dalam pengaturan ini. Wawasan praktis ini dapat menginformasikan konfigurasi jaringan ITS-G5 yang mendukung mengemudi kooperatif, teleoperasi, dan persepsi waktu nyata. Studi ini terbatas pada testbed dan pola trafik tertentu yang digunakan, sehingga generalisasi ke perangkat keras, lingkungan, dan campuran trafik lain memerlukan validasi eksperimental lebih lanjut.

Siapa yang sebaiknya membaca

Praktisi dan peneliti ilmu komputer

Membuka konten memberโ€ฆ