Editorial Humaniora
Open AccessOA2023
Ut Poesis Historia? Pendekatan Hermeneutika Komputasional terhadap Seni Sejarah Renaisans
Artikel ini memakai perangkat komputasional untuk menganalisis antologi Artis Historicae Penus (1579) karya Johann Wolff, mengukur istilah-istilah yang berkaitan dengan kesenian dan kognisi untuk menelaah ars historica Renaisans. Artikel ini berargumen bahwa genre tersebut memadukan estetika dan historiografi dalam pencarian kebenaran sejarah.
Sofie Kluge; R. Kristensen-Mclachlanยท Renaissance Quarterlyยท 2023ยท DOI 10.1017/rqx.2023.541
Masalah inti
Artikel ini bertujuan membuka kembali pembahasan ars historica Renaisans, sebuah genre yang kurang mendapat perhatian dalam kajian modern. Fokusnya adalah kumpulan teks metode sejarah karya Johann Wolff berjudul *Artis Historicae Penus* (1579). Judul itu sendiri menarik kaitan terbuka antara konsep *ars* dan *historia*, sehingga memunculkan pertanyaan: apa yang dimaksud para teoretikus abad keenam belas dengan 'seni'? Kajian ini berupaya menjawabnya dengan menelaah kemunculan kuantitatif istilah-istilah yang berkaitan dengan kesenian dan kognisi dalam antologi Wolff.
Inovasi
Para penulis memakai pendekatan hermeneutika komputasional, menggunakan seperangkat perangkat komputasional untuk mengukur kemunculan kuantitatif istilah-istilah yang berkaitan dengan kesenian dan kognisi dalam *Artis Historicae Penus* karya Wolff. Metode ini menggabungkan analisis teks kuantitatif dengan interpretasi hermeneutika tradisional untuk mengungkap pola pemakaian istilah kunci. Analisis komputasional memungkinkan pemeriksaan sistematis atas bagaimana konsep seni dan metode sejarah saling terjalin dalam teks-teks tersebut.
Pendahuluan
Artikel ini bertujuan membuka kembali pembahasan ars historica Renaisans, sebuah genre yang kurang mendapat perhatian dalam kajian modern. Fokusnya adalah kumpulan teks metode sejarah karya Johann Wolff berjudul *Artis Historicae Penus* (1579). Judul itu sendiri menarik kaitan terbuka antara konsep *ars* dan *historia*, sehingga memunculkan pertanyaan: apa yang dimaksud para teoretikus abad keenam belas dengan 'seni'? Kajian ini berupaya menjawabnya dengan menelaah kemunculan kuantitatif istilah-istilah yang berkaitan dengan kesenian dan kognisi dalam antologi Wolff.
Mengapa penting
Temuan ini menunjukkan bahwa ars historica Renaisans bukan sekadar seperangkat aturan penulisan sejarah, melainkan genre kompleks yang memadukan unsur artistik dan kognitif. Kaitan antara *ars* dan *historia* dalam judul Wolff mencerminkan sikap epistemologis yang lebih dalam: kebenaran sejarah dicari melalui keterampilan retoris dan puitis. Hal ini menantang asumsi modern yang memisahkan estetika dari historiografi. Artikel ini dengan demikian membuka kembali pembahasan genre yang terabaikan, menunjukkan bagaimana metode komputasional dapat menjelaskan pertanyaan historis dan teoretis tentang seni sejarah.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ