Editorial ilmu komputer
Open AccessOA2025
Penggunaan pengajaran hibrida untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa ilmu kesehatan di sektor sosial dan kesehatan dalam pendidikan tinggi – sebuah tinjauan lingkup
Tinjauan lingkup ini mengidentifikasi bukti terkini tentang pembelajaran hibrida dalam pendidikan ilmu kesehatan, mengategorikan pengembangan kompetensi ke dalam pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pendekatan pedagogis. Tinjauan ini menekankan pentingnya kompetensi pendidik dan menyerukan penelitian tentang dampak jangka panjang.
Sepideh Petäistö; K. Mikkonen; H. Kuivila; J. Juntunen; E. Jarva; S. Pramila-Savukoski· Scandinavian Journal of Educational Research· 2025· DOI 10.1080/00313831.2025.2516448
Masalah inti
Integrasi pembelajaran hibrida—menggabungkan pengajaran daring sinkron dan tatap muka—semakin lazim di pendidikan tinggi, khususnya di ilmu kesehatan yang menuntut kompetensi praktis. Tinjauan lingkup ini bertujuan mengidentifikasi bukti terkini tentang bagaimana pembelajaran hibrida digunakan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa ilmu kesehatan dalam pendidikan tinggi. Dilakukan pada Februari 2024, tinjauan ini mengikuti pedoman Joanna Briggs Institute untuk memetakan literatur yang ada dan mengidentifikasi kesenjangan. Pertanyaan penelitian yang memandu tinjauan ini adalah: Bagaimana pembelajaran hibrida dimanfaatkan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa ilmu kesehatan di sektor sosial dan kesehatan dalam pendidikan tinggi? Tinjauan ini berfokus pada studi orisinal yang diterbitkan sebelum Februari 2024, memberikan gambaran menyeluruh tentang bidang ini.
Inovasi
Tinjauan lingkup dilakukan mengikuti pedoman Joanna Briggs Institute. Pencarian sistematis dilakukan pada Februari 2024 di lima basis data: ProQuest, PubMed, Scopus, MEDIC, dan CINAHL. Strategi pencarian mencakup kata kunci terkait pembelajaran hibrida, mahasiswa ilmu kesehatan, dan pengembangan kompetensi. Semua studi orisinal yang diterbitkan sebelum Februari 2024 dipertimbangkan untuk disertakan. Studi disaring berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, dan sepuluh studi akhirnya dipilih untuk sintesis naratif. Proses ekstraksi data berfokus pada karakteristik studi, intervensi pembelajaran hibrida, dan hasil terkait pengembangan kompetensi. Pendekatan sintesis naratif memungkinkan pengategorian temuan ke dalam tema-tema kunci, memberikan gambaran terstruktur tentang bukti.
Pendahuluan
Integrasi pembelajaran hibrida—menggabungkan pengajaran daring sinkron dan tatap muka—semakin lazim di pendidikan tinggi, khususnya di ilmu kesehatan yang menuntut kompetensi praktis. Tinjauan lingkup ini bertujuan mengidentifikasi bukti terkini tentang bagaimana pembelajaran hibrida digunakan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa ilmu kesehatan dalam pendidikan tinggi. Dilakukan pada Februari 2024, tinjauan ini mengikuti pedoman Joanna Briggs Institute untuk memetakan literatur yang ada dan mengidentifikasi kesenjangan. Pertanyaan penelitian yang memandu tinjauan ini adalah: Bagaimana pembelajaran hibrida dimanfaatkan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa ilmu kesehatan di sektor sosial dan kesehatan dalam pendidikan tinggi? Tinjauan ini berfokus pada studi orisinal yang diterbitkan sebelum Februari 2024, memberikan gambaran menyeluruh tentang bidang ini.
Mengapa penting
Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran hibrida dapat mendukung pengembangan kompetensi dalam pendidikan ilmu kesehatan, tetapi efektivitasnya bergantung pada berbagai faktor. Mahasiswa menghargai fleksibilitas pembelajaran hibrida, yang memungkinkan keseimbangan antara pengajaran daring dan tatap muka. Namun, kompetensi pendidik dalam mengelola tantangan teknis dan menerapkan metode pedagogis yang tepat sangat krusial. Tinjauan ini menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang pengajaran hibrida dan memaksimalkan efektivitasnya dalam pengembangan kompetensi. Empat tema yang diidentifikasi memberikan kerangka untuk memahami bagaimana pembelajaran hibrida berkontribusi terhadap pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tetapi juga menunjukkan kesenjangan dalam literatur, seperti kurangnya studi longitudinal dan kebutuhan akan bukti yang lebih kuat tentang pengembangan keterampilan dalam lingkungan hibrida. Penelitian mendatang harus berfokus pada perancangan lingkungan pembelajaran hibrida yang secara efektif mengintegrasikan komponen daring dan tatap muka untuk mendorong kompetensi yang komprehensif.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…