Editorial Ekonomi & Bisnis
Open AccessOA2024
Memahami kenaikan dan penurunan inflasi internasional sejak 2020
Makalah ini mendekomposisi inflasi menjadi guncangan inti dan headline, dan menemukan bahwa kenaikan dan penurunan inflasi internasional sejak 2020 sebagian besar didorong oleh perubahan harga energi dan pass-through-nya ke inflasi inti, dengan kondisi makroekonomi memainkan peran sekunder.
Mai Dao; P. Gourinchas; Daniel Leigh; Prachi Mishraยท Journal of Monetary Economicsยท 2024ยท DOI 10.1016/j.jmoneco.2024.103658
Masalah inti
Makalah ini menyelidiki dinamika inflasi di 21 ekonomi maju dan pasar berkembang sejak 2020. Tujuannya adalah memahami faktor-faktor di balik kenaikan dan penurunan inflasi internasional selama periode ini. Para penulis mendekomposisi inflasi menjadi inflasi inti, yang diukur dengan tingkat inflasi median tertimbang, dan guncangan headline, yang didefinisikan sebagai deviasi inflasi headline dari inflasi inti. Hipotesis utamanya adalah guncangan headline, terutama dari perubahan harga energi, dan pass-through-nya ke inflasi inti, menjelaskan sebagian besar pergerakan inflasi, sementara kondisi makroekonomi memainkan peran sekunder.
Inovasi
Para penulis menggunakan kerangka dekomposisi untuk memisahkan inflasi menjadi komponen inti dan headline. Inflasi inti diukur menggunakan tingkat inflasi median tertimbang, yang robust terhadap outlier. Guncangan headline dihitung sebagai selisih antara inflasi headline dan inflasi inti. Analisis kemudian menghubungkan inflasi inti dengan dua faktor: (1) kekuatan kondisi makroekonomi, yang diproksikan oleh kesenjangan pengangguran, kesenjangan output, dan rasio lowongan kerja terhadap pengangguran; dan (2) pass-through dari guncangan headline sebelumnya. Studi ini mencakup 21 ekonomi maju dan pasar berkembang, menggunakan data dari tahun 2020 dan seterusnya. Metodologi ini kemungkinan melibatkan regresi panel atau teknik ekonometrik serupa untuk memperkirakan efek faktor-faktor tersebut terhadap inflasi inti.
Pendahuluan
Makalah ini menyelidiki dinamika inflasi di 21 ekonomi maju dan pasar berkembang sejak 2020. Tujuannya adalah memahami faktor-faktor di balik kenaikan dan penurunan inflasi internasional selama periode ini. Para penulis mendekomposisi inflasi menjadi inflasi inti, yang diukur dengan tingkat inflasi median tertimbang, dan guncangan headline, yang didefinisikan sebagai deviasi inflasi headline dari inflasi inti. Hipotesis utamanya adalah guncangan headline, terutama dari perubahan harga energi, dan pass-through-nya ke inflasi inti, menjelaskan sebagian besar pergerakan inflasi, sementara kondisi makroekonomi memainkan peran sekunder.
Mengapa penting
Temuan ini menyiratkan bahwa lonjakan dan penurunan inflasi berikutnya terutama disebabkan oleh faktor sisi penawaran, khususnya harga energi, bukan tekanan yang digerakkan oleh permintaan dari pasar tenaga kerja yang ketat atau kesenjangan output. Pass-through dari guncangan headline ke inflasi inti menunjukkan bahwa lonjakan harga sementara dapat memiliki efek yang persisten. Kasus Amerika Serikat patut dicatat: meskipun kondisi makroekonomi kuat yang biasanya akan menghasilkan tekanan inflasi, disinflasi tetap terjadi, yang menyoroti peran guncangan headline. Para penulis menyimpulkan bahwa pembuat kebijakan harus memperhatikan guncangan headline dan pass-through-nya secara saksama ketika menilai dinamika inflasi. Hasil ini menantang pandangan bahwa kondisi makroekonomi merupakan pendorong utama inflasi pascapandemi.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ